IAIN Manado Teliti Pesantren Inklusif di Gorontalo

  • 20 Apr 2026 09:41 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Hj. Fitriyani Humokor, didampingi Ketua Tim Kerja Pondok Pesantren H. Rasyid Nomba, menerima kunjungan kerja dan silaturahmi tim peneliti Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Selasa (14/04/2026), di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo.

Tim peneliti dipimpin Rosdalina selaku Ketua Tim Peneliti program MORA (Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesia Research Funds), bersama tiga anggota lainnya, yakni Masbahul M, Syahrul Mubarak, dan Wiradharma.

Dalam pertemuan tersebut, Hj. Fitriyani Humokor menjelaskan bahwa kunjungan ini menjadi langkah awal pengumpulan data dan informasi sebelum pelaksanaan penelitian lapangan di sejumlah pondok pesantren di Gorontalo.

“Tim dari Fakultas Syariah IAIN Manado datang untuk melakukan pengumpulan data awal terkait rencana penelitian pada sejumlah pondok pesantren di Gorontalo. Ini merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan dan kelancaran penelitian ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penelitian akan dilaksanakan pada lima pondok pesantren yang tersebar di Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kota Gorontalo. Adapun judul penelitian yang diangkat yakni “Fiqih Pesantren Inklusif: Implementasi Kebijakan Pesantren Ramah Anak dan Disabilitas di Indonesia.”

Menurut Fitriyani, tema tersebut sangat relevan dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam mendorong penguatan moderasi beragama, inklusivitas, serta perlindungan kelompok rentan, termasuk anak dan penyandang disabilitas di lingkungan pendidikan keagamaan.

“Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata terkait implementasi pesantren ramah anak dan disabilitas, sekaligus menjadi bahan evaluasi dan penguatan kebijakan ke depan,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Gorontalo menjadi salah satu lokasi penelitian bersama provinsi lain seperti Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur. Program ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Agama dengan LPDP serta Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama RI.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Rosdalina menyampaikan apresiasi atas sambutan dari Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo. Ia berharap dukungan berbagai pihak dapat membantu kelancaran proses penelitian.

“Kami berharap sinergi yang baik antara peneliti dan pihak Kanwil Kemenag dapat menghasilkan data yang komprehensif dan berkualitas, sehingga penelitian ini benar-benar memberikan manfaat bagi pengembangan pesantren yang inklusif di Indonesia,” tuturnya.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan diskusi singkat terkait teknis pelaksanaan penelitian, lokasi sasaran, serta koordinasi lanjutan antara tim peneliti dan pihak Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....