Gapoktan Dorong Sosialisasi Serap Gabah, Kurangi Ketergantungan Tengkulak

  • 19 Apr 2026 13:46 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Jamaludin Hamid, mendorong agar kebijakan penyerapan gabah oleh pemerintah melalui Bulog terus disosialisasikan kepada petani di Gorontalo.

Menurutnya, kebijakan harga gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram pada tahun 2026 dinilai cukup menguntungkan dan perlu dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

“Kalau dihitung, menjual gabah itu lebih efisien dibandingkan harus melalui proses penggilingan yang membutuhkan biaya tambahan seperti penjemuran dan pengolahan,” ujarnya

Namun demikian, ia mengakui masih banyak petani yang bergantung pada tengkulak maupun penggilingan padi karena keterbatasan modal.

Ketergantungan tersebut terjadi karena biaya produksi, seperti pengolahan lahan hingga perawatan tanaman, umumnya telah ditanggung lebih awal oleh pihak penggilingan atau tengkulak.

“Ini yang menjadi tantangan, karena petani sudah terikat sejak awal musim tanam, sehingga saat panen harus menjual ke pihak tersebut,” jelasnya.

Selain itu, faktor cuaca juga menjadi kendala dalam penyerapan gabah, khususnya saat musim hujan. Tingginya kadar air pada gabah kerap tidak memenuhi standar yang ditetapkan Bulog.

“Kalau musim hujan, kadar air gabah bisa tinggi, sementara Bulog mensyaratkan sekitar 25 persen. Ini perlu menjadi perhatian ke depan,” tambahnya.

Berdasarkan data, hingga April 2026, penyerapan gabah di Gorontalo telah mencapai sekitar 1.000 ton.

Jamaludin berharap seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan Bulog, dapat bersinergi untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem penyerapan gabah yang lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....