Heboh Video Dugaan Perundungan Siswa, DPRD Kabgor Lakukan Penelusuran

  • 15 Apr 2026 11:18 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kasus dugaan perundungan kembali mencoreng dunia pendidikan di Gorontalo. Publik dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi singkat di media sosial yang memperlihatkan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang siswi terhadap siswi lainnya. Video tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu beragam reaksi dari masyarakat, mulai dari keprihatinan hingga kemarahan.

Informasi yang beredar, peristiwa tersebut diduga terjadi di salah satu sekolah di wilayah Kabupaten Gorontalo.

Merespons viralnya kejadian itu, DPRD Kabupaten Gorontalo langsung bergerak melakukan penelusuran. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo, Jayusdi Rivai saat dikonfirmasi RRI mengatakan, pihaknya saat ini masih menelusuri lokasi pasti kejadian. Selain itu, DPRD juga tengah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

“Saya juga baru melihat postingan itu tadi pagi, karena sudah mulai dibagikan. Saya segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo sembari saya juga melakukan penelusuran tersendiri di sekolah mana sebenarnya ini kejadian,” ujar Jayusdi.

“Kalau dilihat dari videonya, kejadian itu sepertinya di dalam lingkungan sekolah, dan juga masih menggunakan seragam sekolah. Informasi selanjutnya nanti saya kabarkan,” tambahnya.

Jayusdi menegaskan bahwa tindakan perundungan atau bullying tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun, terlebih jika terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang peserta didik. Ia menekankan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial yang sehat.

“Kejadian ini sangat kita sayangkan dan tidak bisa didiamkan. Apalagi kasus bullying ini menjadi konsen kita bersama. Sebagai tindak lanjutnya, kemungkinan kami akan mengundang pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi secara mendalam,” tandasnya.

Kasus ini kembali menjadi pengingat penting bagi semua pihak akan perlunya pengawasan yang lebih ketat di lingkungan sekolah, serta penguatan pendidikan karakter guna mencegah terjadinya perundungan di kalangan pelajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....