Lanal Gorontalo Waspadai Jalur Laut sebagai Rawan TPPO dan Migrasi Ilegal
- 08 Apr 2026 11:26 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Perairan Gorontalo yang terhubung dengan negara seperti Filipina dan Malaysia dinilai sebagai jalur strategis yang berpotensi dimanfaatkan untuk TPPO dan migrasi tanpa dokumen.
- TNI AL menegaskan pengawasan tidak hanya pada keluar-masuk warga negara Indonesia, tetapi juga aktivitas warga negara asing yang berada di wilayah pesisir tanpa izin.
- Destinasi seperti Olele dan Botubarani turut menjadi perhatian karena memiliki potensi kerawanan jika tidak diawasi secara optimal.
- Melalui program Immigration Hub, TNI AL dan Imigrasi memperkuat kolaborasi dalam deteksi dini dan pencegahan berbagai pelanggaran, termasuk TPPO.
RRI.CO.ID, Gorontalo – Pangkalan TNI AL Gorontalo menyoroti potensi jalur laut sebagai pintu masuk aktivitas ilegal, termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan migrasi tanpa dokumen.
Komandan Lanal Gorontalo, Hanny Chandra Sukmana, mengatakan wilayah perairan Gorontalo yang terhubung langsung dengan negara lain menjadi jalur strategis yang perlu diawasi secara ketat.
“Laut merupakan jalur terbuka yang menghubungkan Indonesia dengan negara seperti Filipina dan Malaysia. Ini berpotensi dimanfaatkan untuk pergerakan ilegal, baik pekerja migran maupun warga negara asing,” ujarnya kepada RRI, Rabu 8 April 2026.
Ia menegaskan, pengawasan tidak hanya menyasar keluar masuknya warga negara Indonesia, tetapi juga keberadaan warga negara asing yang beraktivitas tanpa izin di wilayah pesisir.
Selain itu, kawasan wisata seperti Olele dan Botubarani juga dinilai memiliki potensi kerawanan jika tidak diawasi secara maksimal.
Melalui sinergi dengan Imigrasi dalam program Immigration Hub, Lanal Gorontalo berupaya memperkuat deteksi dini dan pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran.
“Kolaborasi ini penting untuk memastikan keamanan wilayah sekaligus mencegah praktik ilegal seperti TPPO,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....