Daerah Diminta Siap Hadapi Ancaman Inflasi akibat Geopolitik Global
- 07 Apr 2026 08:41 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kondisi geopolitik global yang tidak menentu saat ini mulai memberikan dampak terhadap perekonomian, termasuk potensi meningkatnya inflasi di daerah. Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, berimbas pada terganggunya jalur distribusi energi dunia.
Salah satu dampak signifikan dari situasi tersebut adalah adanya indikasi penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia. Hal ini turut mendorong kenaikan harga minyak mentah global yang disebut telah mencapai angka 100 dolar per barel.
Pengamat Ekonomi, Fahrudin Zain Olilingo, mengungkapkan bahwa kondisi ini berpotensi besar memicu inflasi di dalam negeri, termasuk di daerah. Menurutnya, inflasi yang terjadi saat ini lebih didominasi oleh faktor dorongan biaya atau cost-push inflation, akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di pasar global.
“Secara teori, inflasi itu bisa disebabkan oleh dorongan biaya dan juga tarikan permintaan. Namun dalam kondisi saat ini, kita lebih mengarah pada dorongan biaya karena harga BBM dunia mengalami kenaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dampak dari kenaikan harga energi tersebut akan berpengaruh langsung terhadap harga barang dan jasa di dalam negeri, terutama melalui peningkatan biaya distribusi dan produksi.
Untuk itu, Fahrudin menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi tekanan inflasi. Ia meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar segera menyusun strategi yang tepat guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasar.
“Daerah harus sigap menyikapi kondisi ini, terutama dalam menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.
Dengan langkah antisipatif dan sinergi antar pemangku kepentingan, diharapkan dampak inflasi akibat gejolak global dapat diminimalisir dan tidak terlalu membebani masyarakat di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....