Kuliah Subuh & Halal Bihalal kuatkan Ukhuwah
- 29 Mar 2026 06:34 WIB
- Gorontalo
RRI. CO. ID Gorontalo: Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Kuliah Subuh Ahad 29 Maret 2026 di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal bersama warga Muhammadiyah, sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan, dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari pejabat daerah, tokoh agama, hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti kajian.
Dalam kesempatan tersebut, Doktor H. Ruljanto Podungge hadir sebagai penceramah utama dengan membawakan materi seputar penentuan awal Ramadan dan Syawal. Ia menjelaskan bahwa dalam Islam terdapat dua metode yang umum digunakan, yakni rukyat (pengamatan hilal secara langsung) dan hisab (perhitungan astronomi). Kedua metode ini memiliki dasar yang kuat dalam kajian keislaman dan telah digunakan sejak lama oleh umat Muslim di berbagai belahan dunia.
Lebih lanjut, Ruljanto menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab, yang didasarkan pada ilmu falak atau astronomi Islam. Metode ini mengandalkan perhitungan matematis dan ilmiah untuk menentukan posisi bulan, sehingga dapat diketahui secara pasti kapan masuknya bulan baru Hijriah. Dengan pendekatan ini, penentuan awal Ramadan dan Syawal dapat dilakukan lebih awal dan terencana.
Ia juga menekankan bahwa perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah bukanlah hal yang perlu diperdebatkan secara berlebihan. Justru, perbedaan tersebut menunjukkan kekayaan khazanah keilmuan Islam yang harus disikapi dengan bijak dan saling menghormati. Baik rukyat maupun hisab, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan ibadah umat berjalan sesuai dengan tuntunan syariat.
Melalui kegiatan Kuliah Subuh dan Halal Bihalal ini, diharapkan masyarakat semakin memahami dasar-dasar penentuan kalender Islam sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah. Pemerintah Provinsi Gorontalo pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana edukasi dan pembinaan spiritual, sehingga tercipta masyarakat yang tidak hanya religius, tetapi juga toleran dalam menyikapi perbedaan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....