Festival Atupato Tanggidaa Perkuat Silaturahmi dan Potensi Wisata
- 28 Mar 2026 23:48 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Semarak kebersamaan mewarnai pelaksanaan Festival Atupato Tanggidaa 2026 yang digelar di dua lokasi, yakni Masjid Al Mubarak Dulomo Utara dan Lorong Ketupat Kampung Iklim, pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, menilai perayaan Hari Ketupat atau Atupato tidak sekadar tradisi tahunan, melainkan memiliki makna sebagai ajang mempererat silaturahmi masyarakat pasca Idulfitri.
“Intinya adalah kebersamaan dan silaturahmi. Setelah tujuh hari Idulfitri, ini momentum masyarakat untuk kembali berkumpul, makan bersama, dan saling mengunjungi,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar istilah “Hari Ketupat” semakin diperkuat dengan identitas lokal sebagai “Hari Atupato”, sehingga memiliki nilai budaya yang khas bagi Kota Gorontalo.
Lebih lanjut, Indra Gobel melihat festival ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agenda wisata religi yang mampu menarik kunjungan dari luar daerah.
“Ke depan harus kita rancang lebih matang. Festival Atupato ini bisa menjadi daya tarik, sehingga orang dari luar datang ke Kota Gorontalo. Ini bagian dari bagaimana kita meningkatkan PAD,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Atupato Tanggidaa 2026, Jamaludin Kadir, mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan hasil partisipasi aktif masyarakat.
“Sekitar 80 persen pendanaan berasal dari masyarakat dan Badan Takmirul Masjid. Selebihnya didukung pemerintah kota dan beberapa sponsor swasta,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan festival melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Karang Taruna, remaja masjid, hingga kelompok warga.
Ke depan, pihaknya berharap Festival Atupato dapat masuk dalam kalender event resmi Pemerintah Kota Gorontalo sebagai agenda tahunan berbasis religi dan budaya.
Di sisi lain, sejumlah pihak menilai pengembangan festival berbasis budaya dan religi perlu didukung perencanaan yang matang serta promosi yang berkelanjutan agar mampu memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Festival Atupato Tanggidaa diharapkan tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga berkembang sebagai salah satu ikon pariwisata budaya di Kota Gorontalo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....