Komisi II DPRD Gorontalo Pantau Ketersediaan BBM di SPBU Isimu

  • 25 Mar 2026 11:11 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke SPBU Isimu guna memastikan ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, bersama jajaran Komisi II, pada Selasa 24 Maret 2026.

Dalam agenda tersebut, rombongan melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi lapangan, termasuk antrean kendaraan, stok BBM, serta sistem distribusi yang diterapkan oleh pihak SPBU dan Pertamina.

Ridwan Monoarfa menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan, ketersediaan BBM di SPBU Isimu masih dalam kondisi aman dan terkendali.

“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan kami di lapangan, ketersediaan BBM masih cukup dan tidak ada lonjakan antrean yang signifikan. Harga juga masih stabil,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihak Pertamina telah mengambil langkah dengan mengalokasikan sebagian pasokan BBM untuk kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan). Dari total pasokan sekitar 8.000 liter, sebanyak 2.000 liter disiapkan untuk mendukung sektor pertanian.

“Kami mengapresiasi langkah Pertamina yang tetap mengalokasikan sekitar 25 persen dari total distribusi untuk sektor pertanian. Ini penting agar aktivitas pertanian tetap berjalan,” tambahnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi antara masyarakat dan pihak terkait guna menghindari potensi antrean akibat miskomunikasi distribusi.

Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menyatakan akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Di sisi lain, sejumlah pihak menilai pengawasan distribusi BBM perlu dilakukan secara konsisten agar ketersediaan tetap terjaga dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dengan kondisi yang relatif stabil, diharapkan aktivitas masyarakat, termasuk sektor transportasi dan pertanian, dapat berjalan tanpa hambatan akibat keterbatasan pasokan BBM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....