Kakankemenag Kabgor Ikuti Rukyatul Hilal di Pantai Botubarani

  • 21 Mar 2026 13:49 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo Iswad Abdullah Pakaja didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Irvan Ismail mengikuti kegiatan rukyatul hilal 1 Syawal 1447 Hijriah yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Gorontalo, Kamis 19 Maret 2026. Pemantauan dilakukan oleh Tim Rukyatul Hilal Gorontalo di Pantai Botubarani yang merupakan salah satu titik resmi observasi hilal di Provinsi Gorontalo.

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, selain faktor cuaca, secara hisab posisi hilal di wilayah Gorontalo tercatat berada pada ketinggian sekitar 1,9 derajat dengan elongasi 5,1 derajat. Adapun lama hilal berada di atas ufuk sekitar 7 menit 36 detik, dengan fraksi iluminasi sebesar 0,16 persen.

Dengan parameter tersebut, posisi hilal dinyatakan tidak terlihat atau belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Kakankemenag Kabupaten Gorontalo Iswad Abdullah Pakaja menyampaikan bahwa proses rukyatul hilal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mekanisme penetapan awal bulan Hijriah, khususnya dalam menentukan 1 Syawal.

“Seluruh hasil pemantauan yang dilakukan hari ini akan dihimpun dan dilaporkan ke pusat untuk selanjutnya dibahas dalam sidang isbat. Keputusan resmi pemerintah nantinya merupakan hasil dari integrasi antara data rukyat dan hisab, serta mempertimbangkan berbagai aspek syar’i dan ilmiah,” ujar Kakankemenag.

Lebih lanjut, Ia juga mengajak masyarakat untuk menunggu hasil resmi pemerintah serta menjaga kebersamaan dan persatuan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Kaswad Sartono, jajaran Bimas Islam Kanwil Kemenag Gorontalo, para Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, tim hilal BMKG, organisasi kemasyarakatan Islam, serta para pemangku kepentingan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....