Pemkot Gorontalo Matangkan Pawai Takbiran, Fokus Aman Lalin
- 19 Mar 2026 00:29 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo terus mematangkan persiapan pelaksanaan pawai takbiran dan obor yang akan digelar pada malam Idulfitri.
Hal itu terlihat dari rapat koordinasi bersama Polresta Gorontalo yang dilaksanakan di lantai II Polres Kota Gorontalo pada Selasa 17 Maret 2026. Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid, Kapolresta Kombes Pol. Suryono, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Perhubungan Hermanto Saleh, Kasatpol PP Marwan Saleh, serta perwakilan instansi terkait lainnya.
Rapat membahas secara detail penentuan rute pawai, dengan fokus utama pada aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat. Pasalnya, pawai takbiran tidak hanya melibatkan peserta berjalan kaki dengan obor, tetapi juga kendaraan hias.
Dalam pembahasan, disepakati bahwa rute pejalan kaki tidak diperpanjang hingga Bundaran Saronde. Kebijakan ini diambil untuk menghindari potensi risiko, terutama karena rombongan obor dinilai berbahaya jika melintas di dekat SPBU.
Sebagai langkah antisipasi, rute pawai pejalan kaki diputuskan hanya sampai di kawasan Darul Arqam.
Selain itu, potensi kemacetan juga menjadi perhatian serius. Mengingat kondisi Kota Gorontalo yang semakin padat, terutama saat malam takbiran, sejumlah titik rawan seperti Jalan Agus Salim, kawasan Universitas Negeri Gorontalo, RSUD, hingga jalur menuju pusat perbelanjaan turut menjadi fokus pembahasan.
Pihak kepolisian mengakui keterbatasan personel lalu lintas, sehingga diperlukan dukungan dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk bersama-sama melakukan pengaturan di lapangan.
Sementara itu, untuk pawai kendaraan, jumlah peserta akan dibatasi. Disepakati hanya sekitar 30 hingga 40 kendaraan yang diperbolehkan ikut serta, tanpa tambahan rombongan di luar daftar.
Di sisi lain, kegiatan pawai takbiran tetap dilaksanakan di sembilan kecamatan, namun dengan pengaturan yang lebih matang, mulai dari titik start hingga finis untuk menghindari penumpukan massa.
“Mulai dari titik start hingga finish sudah dirancang agar tidak menumpuk di satu titik,” ujar Kepala Dinas Perhubungan, Hermanto.
Sejumlah kalangan menilai, pengaturan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara kemeriahan tradisi takbiran dan keselamatan masyarakat pengguna jalan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo berharap pawai takbiran tetap berlangsung meriah, namun aman, tertib, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....