Indra Gobel: Generasi Muda Jangan Lupakan Tradisi Gorontalo

  • 09 Mar 2026 08:17 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, mengapresiasi antusiasme masyarakat pada kegiatan Pawai Obor dan Festival Kolak Ubi yang digelar warga Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Minggu 8 Maret 2026.

Menurut Indra Gobel, kegiatan bernuansa tradisi seperti ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai adat dan budaya Gorontalo, khususnya di kalangan generasi muda.

Ia menilai saat ini mulai terlihat adanya kecenderungan generasi muda yang kurang mengenal bahkan melupakan tradisi leluhur. Karena itu, momentum kegiatan budaya perlu dimanfaatkan untuk kembali menanamkan nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat muda ini yang mulai lupa dengan adat dan budaya, itu yang harus kita bangkitkan lagi. Seperti yang saya katakan tentang masalah cibu, esensinya harus kembali kita pahami bersama,” ujar Indra.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya memperkuat penggunaan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas Gorontalo. Ia mendorong agar istilah-istilah yang selama ini digunakan dapat kembali memakai penyebutan lokal.

Salah satu yang ia soroti adalah tradisi Lebaran Ketupat yang menurutnya dapat dipopulerkan dengan istilah khas Gorontalo, yakni “Lebaran Atupato”.

“Kenapa tidak kalau kita gunakan penyebutan Lebaran Atupato? Kita harus mengangkat bahasa Gorontalo ini. Pokoknya semua yang berkaitan dengan nilai keagamaan harus kita angkat dan kita siarkan bahwa Gorontalo benar-benar Serambi Madinah,” tegasnya.

Indra Gobel menambahkan, penguatan tradisi dan bahasa daerah merupakan bagian dari upaya menjaga identitas Gorontalo sebagai daerah yang dikenal religius dan kaya budaya.

Ia berharap melalui berbagai festival tradisional serta pembiasaan penggunaan istilah lokal, warisan budaya Gorontalo dapat terus terjaga di tengah arus modernisasi.

“Kita tinggal dan hidup di Kota Serambi Madinah. Identitas itu harus kita angkat setinggi-tingginya agar dunia luar mengetahui bahwa tradisi kita kuat dan religius,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....