Gusnar Ismail: Bazar Ramadan 2026 Buka Akses Pasar Baru bagi UMKM Gorontalo

  • 24 Feb 2026 07:23 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Pelaksanaan Bazar Ramadan 2026 yang digelar Bank Indonesia bekerja sama dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Gorontalo dinilai membuka akses pasar baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat membuka Bazar Ramadan yang berlangsung di Galeri UMKM Olaku, Senin 23 Februari 2026.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai bagian dari syiar Ramadan, tetapi juga menjadi instrumen nyata dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah, mendorong konsumsi produk halal lokal, serta memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di Provinsi Gorontalo,” ungkap Gusnar.

Menurut Gusnar, UMKM merupakan pilar utama perekonomian daerah dan menjadi bagian penting dari visi dan misi kepemimpinannya. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penerapan sistem manajemen UMKM yang terstruktur dan berjenjang.

Ia menjelaskan, penguatan UMKM dimulai dari level dasar melalui peningkatan legalitas usaha, pencatatan keuangan sederhana, literasi digital, serta pembinaan kewirausahaan pemula. Selanjutnya, pada level menengah dilakukan peningkatan kualitas produk, perbaikan desain kemasan, fasilitasi akses pembiayaan, serta perluasan pemasaran termasuk melalui marketplace.

“Secara berjenjang, pelaku usaha ini kita bantu permodalannya dan terus dimonitor. Dari situ kita pilah mana yang bisa kita naikkan kelasnya, kita tambahkan modalnya, lalu kita dampingi hingga pada akhirnya mampu mengakses lembaga-lembaga keuangan,” jelasnya.

Gusnar juga mengingatkan pelaku UMKM untuk bersiap menghadapi sejumlah agenda nasional yang akan berlangsung di Gorontalo. Salah satunya adalah Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke-17 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang dan diproyeksikan dihadiri sekitar 33 ribu peserta di Kabupaten Gorontalo.

“Mari kita manfaatkan event nasional ini untuk mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Gorontalo. Panitia sudah membuka ruang, saya minta UMKM segera mendaftar agar bisa terlibat dan berjualan,” tambahnya.

Ke depan, selaku Ketua KDEKS Gorontalo, Gusnar juga menyampaikan rencana pengkajian kebijakan afirmatif untuk meringankan beban pelaku usaha. Jika sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kemampuan fiskal daerah, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan mendorong keringanan hingga pembebasan retribusi daerah bagi UMKM.

Bazar Ramadan 2026 turut dirangkaikan dengan penyerahan dokumen business matching kepada sejumlah perwakilan UMKM, serta ditutup dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjemaah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....