DTSEN di Keluhkan Masyarakat Desa Tunggulo
- 01 Feb 2026 21:42 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Penyaluran berbagai bantuan sosial (Bansos) pemerintah kini telah mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ini merupakan perpaduan antara Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) serta data Perencanaan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Ekonomi (P3KE), dengan harapan penyaluran bantuan bisa tepat sasaran. Namun, data ini masih cukup sering dikeluhkan oleh banyak masyarakat di Desa Tunggulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Minggu 1 Februari 2026.
Menurut Kepala Desa Tunggulo, Herman Radjak, penggunaan DTSEN dalam penyaluran berbagai bantuan sosial pemerintah sejauh ini sangat efektif meminimalisir penerima bantuan ganda. Meski begitu, data tersebut tetap memerlukan perbaikan dan pembaruan secara rutin oleh pihak terkait. Ini penting supaya data yang ada benar-benar sesuai dengan kondisi riil sosial dan ekonomi masyarakat.
Ia mengakui masih banyak warga yang mempertanyakan dasar penetapan desil dalam DTSEN. Pertanyaan ini muncul akibat masih adanya warga yang tercatat sebagai penerima bantuan, padahal kondisi ekonomi sudah cukup baik. Menurutnya, keluhan seperti ini merupakan hal yang wajar dan perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah.
"Masih banyak masyarakat yang mempertanyakan data desil dan perbandingan orang per orang. Contoh kasus, si A lebih mapan dari si B, tapi desil si A ini lebih di bawah dari si B," ungkap Herman.
"Ini menjadi salah satu persoalan di desa kami. Dan ini banyak, bukan hanya satu atau dua orang saja, sehingga perlu perhatian dari pihak terkait," tambah Herman.
Herman berharap pihak-pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini, baik melalui sosialisasi yang lebih masif dan turun langsung melihat kondisi masyarakat. Dengan langkah tersebut, penyaluran bantuan sosial pemerintah ke depan diharapkan dapat semakin tepat sasaran dan diterima secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kami mohon dari pendamping Dinas Sosial kiranya dapat mendata ulang. Datanglah ke desa kami, pertanyakan, kami sangat tau keadaan masyarakat di desa kami," tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....