HUT Ke-25 BAZNAS Bone Bolango, Kemenag Luncurkan GP3Z
- 31 Jan 2026 17:54 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Penegasan ini dikemukakan Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo, Asrul Lasapa disela-sela pelaksanaan pencanangan Gerakan Pendataan Potensi dan Pengumpulan Zakat (GP3Z) serta pengukuhan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Bone Bolango, yang berlangsung di Lapangan Ippot, Kecamatan Tapa, Jumat 30 Janauri 2026.
Menurut Asrul, keberadaan BAZNAS tidak hanya berfokus pada pengumpulan dan pendistribusian zakat, tetapi juga memainkan peran penting dalam pengentasan kemiskinan serta meningkatkan partisipasi umat dalam menunaikan kewajiban zakat. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan zakat adalah membangun kesadaran umat agar menunaikan zakat secara sukarela dan berkelanjutan. Sehinggga itu, untuk lebih menggali potensi zakat yang belum tergarap secara optimal, Kementerian Agama Provinsi Gorontalo menggagas Gerakan Pendataan Potensi dan Pengumpulan Zakat (GP3Z).
“Peran BAZNAS tidaklah ringan. Selain mengelola pengumpulan dan pendistribusian zakat, BAZNAS juga memikul tanggung jawab besar dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan partisipasi umat dalam menunaikan kewajiban zakat,” ungkap Asrul
GP3Z bertujuan untuk menggali potensi zakat yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, seperti zakat dari sektor pertanian, perkebunan, persawahan, emas, dan pertambangan, serta zakat dari para aghniya (orang-orang kaya). Data yang terkumpul akan menjadi dasar untuk memperkuat tata kelola zakat yang lebih akuntabel dan tepat sasaran, serta memaksimalkan potensi zakat untuk meningkatkan kesejahteraan umat.
“Gerakan GP3Z ini diharapkan tidak hanya dapat melakukan pendataan, tetapi juga memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat agar tumbuh kesadaran dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS,” tambahnya
Asrul berharap bahwa gerakan GP3Z dapat memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan BAZNAS untuk semakin memperkuat peran zakat sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan umat, khususnya di Kabupaten Bone Bolango. Ia juga berharap melalui program ini, seluruh potensi zakat yang ada dapat dikelola dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat semakin mengoptimalkan pengumpulan zakat dan mendukung pencapaian kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong kesadaran umat untuk lebih berpartisipasi dalam menunaikan kewajiban zakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan agama.
Melalui pencanangan GP3Z dan pengukuhan UPZ KUA se-Kabupaten Bone Bolango, diharapkan daerah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan zakat yang lebih baik dan terstruktur. Seiring dengan semakin berkembangnya kesadaran umat, zakat bisa menjadi salah satu solusi dalam mengentaskan kemiskinan dan memajukan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....