Kader HMI Harus Adaptif Siap Hadapi Perkembangan Tekhnologi

  • 31 Jan 2026 10:55 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus adaptif menghadapi perubahan zaman. Keder HMI juga harus mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi di era modern.

Pesan ini disampaikan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat menutup Advance Training (LK III) Tingkat Nasional HMI Badko Sulut-Go Tahun 2026 di Aula Kantor BKPSDM Provinsi Gorontalo, Rabu 28 Januari 2025.

Gubenur menilai HMI harus tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, namun juga terbuka terhadap inovasi dan perkembangan zaman.

“Kita hidup pada dua fenomena yang mau tidak mau, suka tidak suka harus kita hadap dan siapa yang survive adalah dia yang menguasai teknologi, informasi dan memiliki benteng iman yang optimal,” kata Gusnar.

Gusnar menjelaskan, demokratisasi membuka ruang luas bagi setiap orang untuk berbicara. Kondisi ini menuntut kader HMI mampu hidup dalam diskursus dan dialektika yang sehat di tengah masyarakat.

“Perubahan zaman tidak bisa dihindari. HMI harus adaptif, responsif, dan progresif, tanpa kehilangan jati diri sebagai organisasi kader umat dan bangsa,” ujar Gusnar Ismail.

Ia menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kader HMI. Peka terhadap isu-isu strategis seperti demokrasi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Perkembangan dunia digital yang bergerak lebih cepat dibanding kemampuan manusia dalam mengikutinya. Dunia digital, dapat mengubah tatanan kehidupan sosial jika tidak dikuasai dan dikendalikan secara bijak.

“Pendidikan kader tingkat tiga sangat penting agar organisasi terus melahirkan kader yang mampu menjawab tantangan hari ini dan masa depan,” tutur Gusnar.

Gubernur juga menekankan ciri khas HMI sebagai organisasi intelektual yang tidak hanya kuat pada substansi pemikiran, tetapi juga pada metode dan teknik penyampaian gagasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....