Ini Penyebab dan Solusi Bansos yang Tidak Cair
- 29 Jan 2026 16:10 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Terkait dengan keluhan masyarakat mengenai bantuan sosial (Bansos) yang tidak cair, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Perlindungan, dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Boalemo, Sofianti Talibo, menjelaskan beberapa penyebab umum serta langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengatasi masalah tersebut.
Sofianti mengungkapkan, salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah tidak cairnya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada tahap terakhir. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam memeriksa status pencairan bantuan melalui kanal-kanal resmi yang telah disediakan oleh pemerintah.
"Terkait dengan mekanisme pencairan atau tidak cairnya Bansos, permasalahan yang pertama adalah adanya BPNT yang tidak cair pada tahap terakhir. Hal pertama yang perlu kita cek atau cross-check adalah data melalui kanal resmi cekbansoskemensos.go.id atau melalui aplikasi yang tersedia di Play Store," ujar Sofianti
Sofianti juga menjelaskan bahwa di beberapa platform tersebut, masyarakat bisa langsung melihat status pencairan Bansos mereka. Namun, ia menyadari bahwa tidak semua warga dapat mengaksesnya, terutama bagi mereka yang tidak memiliki perangkat Android atau tidak familiar dengan teknologi digital.
"Jika masyarakat penerima Bansos tidak memiliki Android atau tidak bisa mengakses platform tersebut, langkah utama yang bisa dilakukan adalah menghubungi pendamping. Setiap desa sudah memiliki pendamping, bahkan di tingkat kecamatan ada juga Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang siap membantu dalam proses penerimaan Bansos BPNT atau PKH," tambahnya
Sofianti mengungkapkan, ada beberapa penyebab umum yang bisa membuat BPNT tidak cair, salah satunya adalah ketidaksesuaian data antara penerima bantuan dengan data yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti adanya penambahan anggota keluarga, perpindahan domisili, atau bahkan kematian anggota keluarga yang belum terupdate.
"Penyebab umum dari BPNT tidak cair adalah data yang tidak valid dengan Dukcapil. Ini bisa terjadi karena ada perubahan dalam data keluarga, seperti penambahan anggota keluarga, perpindahan alamat, atau kematian yang tidak dilaporkan. Selain itu, terkadang ada juga ketidaksesuaian dalam penulisan nama atau alamat yang bisa terdeteksi dan menjadi masalah," jelas Sofianti
Selain itu, masalah perbankan juga menjadi salah satu kendala yang menghambat pencairan Bansos. Sofianti menambahkan bahwa kegagalan transfer bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti rekening penerima yang pasif, kartu yang rusak, atau adanya anomali dalam sistem perbankan.
"Masalah lain yang sering muncul adalah terkait perbankan, seperti gagal transfer karena rekening yang pasif, kartu yang rusak, atau adanya data yang tidak sesuai di sistem perbankan. Hal ini tentu perlu koordinasi lebih lanjut dengan pendamping agar tidak terjadi kebingungnan atau simpang siur informasi," tambahnya
Sofianti berharap agar penerima Bansos dapat lebih proaktif dalam memeriksa dan memperbarui data mereka secara berkala, serta menggunakan pendamping untuk memecahkan masalah yang terjadi. Dengan koordinasi yang baik antara masyarakat, pendamping, dan pihak terkait, diharapkan semua masalah terkait pencairan Bansos dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.
"Saya mengimbau kepada masyarakat yang mengalami kendala untuk segera menghubungi pendamping atau TKSK di kecamatan masing-masing agar masalah pencairan Bansos bisa segera diselesaikan," tutup Sofianti. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....