Hasil Produksi Jagung Gorontalo Tahun Ini Dikhawatirkan Turun

  • 15 Jun 2025 11:50 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Produksi jagung di Provinsi Gorontalo pada tahun ini dikhawatirkan mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Memang, kondisi cuaca dan curah hujan terbilang cukup mendukung untuk proses pertumbuhan jagung berjalan dengan baik. Namun, saat ini para petani kini menghadapi tantangan serius dari serangan hama tikus yang massif, Sabtu (14/06/2025).

Menurut Praktisi Pertanian, Wasito Somawiyono, kondisi ini terjadi hampir merata di berbagai wilayah di Provinsi Gorontalo, sejak April hingga awal Juni 2025. Ia mengungkapkan serangan tikus terjadi dalam skala luas dan menyebabkan kerusakan parah pada tanaman jagung milik petani. Tidak sedikit lahan jagung yang telah berusia antara 60 hingga 70 hari rusak sehingga mengakibatkan sebagian petani mengalami gagal panen total.

“Potensi jagung kita akan meningkat karena cuaca yang baik dan curah hujan yang relative cukup di 2025, tetapi di sekitar bulan April, mei dan awal juni ini kita punya tantangan yang luar biasa,” kata Wasito.

“Petani kita hari ini sedang menghadapi srangan tikus yang sangat masif yang mengakibatkan sebagian petani mengalami puso saat tanaman jagung pada fase umur 60-70 hari. Bisa kita sinyalir di tahun 2025 atau pertengahan tahun ini, kita akan mengalami sedikit penurunan produksi.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi para petani dan pemerhati pertanian. Mereka meminta pemerintah daerah segera turun tangan dengan memberikan bantuan teknis maupun pengendalian hama secara terpadu. Ia menekankan masalah ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Jika tidak segera ditangani, ketahanan pangan daerah bisa terdampak dan petani mengalami kerugian.

“Saya sampai hari ini belum melihat ada langkah-langkah nyata pemerintah paling tidak untuk memberikan pendampingan kepada petani dalam menghadapi serang tikus yang sangat massif ini. Di beberapa tempat petani mengalami puso 100 persen, ini harus menjadi perhatian pemerintah,” tuturnya.

Jagung merupakan salah satu komoditas yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Selain masih begitu banyak yang petani yang bergelut pada budidaya komoditas tersebut, jagung menjadi salah satu komoditas pangan yang setiap tahunnya banyak di ekspor ke luar daerah dan luar negeri. Tahun 2024, produksi jagung Gorontalo sekitar 617.72 ton, sedikit mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

Pada tahun yang sama, total produksi jagung dari Gorontalo yang diperdagangkan ke luar daerah, baik antar pulau maupun ekspor, mencapai 538.395 ton dengan nilai transaksi sekitar Rp2,6 triliun. Data ini menegaskan produksi jagung Gorontalo memiliki potensi yang cukup besar untuk mendongkrak ekonomi daerah.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....