Gorontalo Memiliki Potensi Radikalisme, Ini Penjelasan Funco Tanipu

  • 01 Mei 2025 14:41 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Provinsi Gorontalo merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi penyebaran paham Radikalisme. Di tahun 2017, Gorontalo masuk lima besar daerah dengan potensi penyebaran radikalisme tertinggi di Indonesia. Meskipun demikian, potensi kerawanan ini mengalami fluktuasi setiap tahunnya.

Menurut Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Gorontalo, Dr. Funco Tanipu, berdasarkan hasil survery yang dilaksanakan pada tahun 2024, di 34 Provinsi di Indonesia dengan jumlah responden sekitar 14 ribu orang, Gorontalo mendapatkan 11,6 poin pada indeks potensi radikalisme. Meskipun angka ini menunjukkan potensi yang cukup signifikan, Funco mengingatkan,tingginya angka tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh posisi peringkat, namun ada faktor lainnya yang turut mempengaruhi, seperti karakteristik daerah dan keberagaman masyarakatnya.

“Terkait dangan potensi Radikalisme memang pada tahun 2017, Gorontalo pernah masuk 5 besar dalam hal daerah yang memiliki potensi penyebaran radikalisme yang cukup tinggi di Indonesia. Nah potensi kerawanan ini turun dan naik atau terjadi fluktuatif. Kalau kita melihat data terakhir yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di tahun 2024 dinama indek potensi Radikalisme,” ujar Funco Tanipu Pada Dialog Interaktif, Rabu (30/04/25).

“Nah, indek potensi Radikalisme memuat tiga hal yaitu Pandangan, sikap dan tindakan seseorang dalam memahami radikalisme. Ditiga dimensi ini ada beberapa indicator yang bersifat survey kepada sekitar 14 ribu responden di seluruh Indonesia di 34 Provinsi. Dan Gorontalo merupakan salah satu daerah yang dilakukan Survey dan pada tahun 2024 Gorontalo berada pada angka 11,06 Poin. Gorontalo agak rawan itu bukan karena peringkatnya akan tetapi banyak faktor antaranya karakteristik daerah maupun keberagaman,” tegasnya

Punco juga mengungkapkan, pada tahun 2023, indeks kerawanan radikalisasi di Gorontalo berada pada angka 10,06 poin. Artinya, terjadi kenaikan 1 poin pada tahun 2024. Namun, Funco menegaskan kenaikan angka ini perlu dilihat secara lebih holistik.

Upaya pencegahan radikalisasi yang dilakukan oleh FKPT Provinsi Gorontalo terus melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan, untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan jauh dari pengaruh paham radikal.

Melihat potensi kerawanan yang masih ada, Punco Tanipu menyatakan bahwa tantangan terbesar adalah bagaimana menjaga masyarakat Gorontalo agar tetap waspada terhadap ideologi yang bisa merusak keharmonisan sosial. Ia berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, potensi radikalisasi di Gorontalo dapat terus ditekan dan dijaga agar tidak berkembang menjadi ancaman nyata. (RA)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....