Cara Hitung Nilai SKD dan SKB CPNS 2024

  • 13 Des 2024 08:52 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo - Seleksi CPNS 2024 melibatkan dua tahapan penting, yaitu SKD dan SKB. Kelulusan ditentukan melalui integrasi nilai kedua tahapan ini sesuai bobot yang ditentukan.

Seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024 dilakukan melalui dua tahapan utama, yakni Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) Nomor 6 Tahun 2024, kelulusan akhir ditentukan dari hasil integrasi nilai SKD dan SKB. Bobot nilai SKD adalah 40 persen, sedangkan SKB memiliki bobot lebih besar, yaitu 60 persen.

Peserta seleksi perlu memahami cara menghitung nilai akhir untuk mengetahui peluang kelulusan. Skor maksimal untuk SKD adalah 550, sedangkan nilai maksimal SKB bergantung pada jenis tes yang dilakukan oleh masing-masing instansi. Rumus perhitungan nilai akhir mencakup penilaian dari kedua tahapan dengan pembobotan yang telah diatur secara resmi.


Cara Menghitung Nilai SKD CPNS 2024

Langkah pertama adalah menghitung nilai SKD. Rumusnya, nilai kumulatif SKD peserta dibagi skor maksimal SKD, lalu dikalikan 40 persen. Sebagai contoh, jika seorang peserta memiliki skor SKD sebesar 430, perhitungan nilai SKD adalah: 430 ÷ 550 × 40 persen = 31,27


Cara Menghitung Nilai SKB CPNS 2024

Langkah kedua adalah menghitung nilai SKB. SKB terdiri dari beberapa komponen: nilai SKB berbasis CAT, wawancara, dan ujian tambahan. Sebagai contoh, nilai maks SKB CAT 550, untuk skor SKB berbasis CAT sebesar 350, nilai dihitung sebagai berikut:

350 ÷ 550 × 100 = 63,64.,

63,64 x 50 persen = 31,82

Untuk skor wawancara sebesar 75, nilai dihitung sebagai: 75 × 30 persen = 22,5.

Total nilai SKB adalah penjumlahan dari seluruh komponen, yaitu SKB CAT (31,82) + wawancara (22,5) = 54,32.


Cara Menghitung Nilai Akhir CPNS 2024

Langkah terakhir adalah menghitung nilai akhir. Nilai akhir adalah integrasi nilai SKD dan SKB berdasarkan bobot yang telah ditentukan. Dengan contoh sebelumnya, nilai akhir dihitung sebagai: (31,27) + (60 persen × 54,32) = 63,86.


Jika Hanya Ada Nilai SKD dan SKB CAT

Pada beberapa instansi, proses seleksi hanya mencakup nilai SKD dan nilai SKB berbasis CAT tanpa wawancara atau ujian tambahan. Dalam kasus ini, bobot SKB CAT tetap 60 persen. Sebagai contoh, jika seorang peserta memiliki skor SKD sebesar 450 dan skor SKB CAT sebesar 465, perhitungan nilai akhirnya adalah sebagai berikut:

Hitung nilai SKD: 450 ÷ 550 × 40 persen = 32,7 persen.

Hitung nilai SKB CAT: 465 ÷ 550 × 60 persen = 50,7 persen.

Hitung Nilai akhir SKD dan SKB: (32,7) + (50,7) = 83,4 persen.

Nilai akhir peserta tersebut adalah 83,4 persen. Hal ini menunjukkan pentingnya performa pada SKB berbasis CAT karena memberikan kontribusi besar terhadap hasil akhir.


Bagaimana Jika Nilai Peserta Sama?

Jika dua peserta memiliki nilai akhir yang sama, kelulusan akan ditentukan berdasarkan beberapa kriteria. Pertama, nilai kumulatif SKD tertinggi menjadi prioritas. Jika masih sama, kelulusan ditentukan secara berurutan berdasarkan nilai Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang tertinggi.

Jika persamaan tetap terjadi, indeks prestasi kumulatif tertinggi dari ijazah akan menjadi penentu bagi lulusan perguruan tinggi. Bagi lulusan sekolah menengah atas atau sederajat, kelulusan akan didasarkan pada nilai rata-rata ijazah. Jika masih ada nilai yang sama, usia pelamar yang tertinggi akan menjadi penentu terakhir kelulusan.

Penting bagi peserta CPNS 2024 untuk memahami setiap tahapan dan kriteria kelulusan. Hal ini tidak hanya membantu dalam menyiapkan strategi tes, tetapi juga memberi gambaran jelas tentang peluang lolos seleksi. Dengan mengikuti regulasi yang telah ditetapkan, pemerintah berharap dapat memilih ASN yang kompeten dan memenuhi kebutuhan formasi secara optimal.

Seleksi CPNS 2024 menjadi momen penting bagi pelamar untuk berkompetisi secara sehat. Integrasi nilai SKD dan SKB menunjukkan pentingnya performa maksimal di setiap tahap. Pengumuman kelulusan akan dilakukan secara transparan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) setelah seluruh nilai terakumulasi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....