Putri Buheli, Mengajar Al-Qur’an dengan Hati

  • 17 Mar 2026 13:44 WIB
  •  Gorontalo

RRI .CO.ID.Gorontalo - Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Sejak menempuh pendidikan di bangku kuliah, ia memiliki keinginan kuat untuk mengabdikan diri di bidang pendidikan Al-Qur’an. Baginya, ilmu yang dimiliki tidak seharusnya hanya disimpan untuk kepentingan pribadi, tetapi harus disampaikan kepada orang lain agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Ilmu yang kita pelajari akan lebih bermakna jika bisa dibagikan kepada orang lain. Saya ingin apa yang saya dapatkan selama belajar bisa menjadi amal dan membawa manfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.

Kini, ia aktif mengajar dan mengabdikan diri di Yayasan Istana Quran Ummatul Khairat, sebuah lembaga pendidikan Al-Qur’an yang fokus membina generasi muda agar mampu membaca, memahami, dan mencintai kitab suci Al-Qur’an. Di yayasan tersebut, ia membimbing para santri mulai dari anak-anak hingga remaja dalam belajar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Sebagai guru ngaji muda, ia menghadapi berbagai tantangan dalam proses mengajar. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Dengan kesabaran dan ketulusan, ia terus berusaha mendampingi para santri agar mampu memahami setiap huruf dan ayat Al-Qur’an dengan baik.

Menurutnya, mengajar Al-Qur’an bukan hanya sekadar mengajarkan cara membaca, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini. Ia berharap para santri yang dibimbingnya kelak dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Harapan saya sederhana, semoga anak-anak yang belajar di sini bisa lebih dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai petunjuk dalam kehidupan,” tuturnya.

Pilihan untuk mengabdikan diri sebagai guru ngaji di usia muda juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di tengah arus modernisasi dan kesibukan dunia kerja, masih ada generasi muda yang memilih jalan dakwah dan pendidikan sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pengabdian yang dilakukan perempuan muda asal Buheli ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi ilmu dan menebar kebaikan masih terus hidup di tengah masyarakat. Dengan niat tulus dan tekad yang kuat, ia berharap setiap huruf Al-Qur’an yang diajarkan dapat menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir sepanjang masa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....