Ramadhan, Madrasah Ruhani bagi Muslimah

  • 04 Mar 2026 05:15 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Ramadhan kembali dimaknai sebagai madrasah ruhani yang menghidupkan pesan-pesan keteladanan Muhammad SAW di relung hati umat, khususnya para muslimah. Dalam suasana penuh kekhusyukan, nilai keikhlasan, kehormatan diri, dan akhlak mulia ditegaskan sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga sekaligus peradaban.

Pesan tersebut disampaikan Ustad Rifian Panigoro saat memberikan tausyiah pada acara buka puasa bersama Muslimah Al Gazhali di Hotel Fox Gorontalo, Ahad (1/3/2026). Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa perempuan adalah tiang peradaban karena dari rahim dan didikannyalah lahir generasi yang menentukan arah umat.

Menurutnya, puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga. Ramadhan merupakan latihan untuk mengendalikan lisan, membersihkan hati dari iri dan keluh kesah, serta meluruskan niat agar setiap aktivitas bernilai ibadah di sisi Allah SWT. “Mengurus keluarga, bekerja, hingga mendidik anak, jika diniatkan karena Allah, semuanya menjadi amal kebaikan,” ujarnya di hadapan para jamaah.

Di bulan penuh ampunan ini, lanjutnya, Nabi SAW mengajarkan pentingnya ketaatan yang berlandaskan cinta. Taat kepada Allah SWT, menjaga amanah suami secara ma’ruf, serta mendidik anak dengan kasih sayang dan keteladanan merupakan wujud nyata pengamalan sunnah. Muslimah yang menjadikan rumahnya sebagai taman dzikir dan kesabaran sejatinya sedang menghadirkan ajaran Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Ramadhan juga menjadi momentum muhasabah atau introspeksi diri. Para muslimah diajak merenungi kekurangan, memperhatikan kembali batasan aurat, serta memohon kekuatan agar hari esok lebih baik dan lebih taat dari hari ini. Semangat perbaikan diri inilah yang menjadi inti pendidikan ruhani selama bulan suci.

Di akhir tausyiahnya, Ustad Rifian berpesan agar para muslimah menjadi pribadi yang lembut hatinya, kuat imannya, dan luas manfaatnya bagi sesama. Sebab dari keteguhan seorang perempuan, bangkit kemuliaan sebuah umat. Pesan kenabian itu diharapkan terus hidup, tidak hanya selama Ramadhan, tetapi juga dalam setiap langkah kehidupan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....