Tidur setelah Sahur, Apa Dampaknya?

  • 03 Mar 2026 19:43 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Kebiasaan tidur kembali setelah sahur menjadi rutinitas sebagian masyarakat saat bulan Ramadan. Namun, kebiasaan ini kerap memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya bagi kesehatan. Sejumlah ahli kesehatan mengingatkan, tidur segera setelah makan sahur berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan hingga metabolisme tubuh.

Dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan, posisi berbaring setelah makan dapat memicu refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi perih di dada. Mengutip penjelasan dari Mayo Clinic, berbaring setelah makan dapat memperburuk gejala heartburn karena gravitasi tidak lagi membantu menjaga asam lambung tetap berada di lambung.

Selain refluks, tidur setelah makan juga dapat memperlambat proses pencernaan.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk mengolah makanan secara optimal. Jika tubuh langsung beristirahat dalam posisi horizontal, proses tersebut menjadi kurang efektif dan dapat memicu rasa kembung atau tidak nyaman di perut.

Dampak lain yang kerap dirasakan adalah rasa kantuk berlebihan di pagi hari. Alih-alih merasa segar, kualitas tidur setelah sahur sering kali tidak maksimal karena berlangsung singkat dan terpotong waktu imsak maupun salat Subuh. Penelitian yang dipublikasikan oleh Sleep Foundation menyebutkan bahwa tidur yang terfragmentasi dapat menurunkan konsentrasi dan produktivitas pada pagi hari.

Kebiasaan ini juga berpotensi memengaruhi metabolisme tubuh. Beberapa studi menunjukkan pola tidur yang tidak teratur dan kebiasaan makan larut malam dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan. World Health Organization (WHO) menekankan pentingnya pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur untuk menjaga berat badan ideal serta mencegah penyakit tidak menular.

Meski demikian, para ahli tidak sepenuhnya melarang tidur setelah sahur. Yang disarankan adalah memberi jeda waktu sekitar 1–2 jam sebelum kembali berbaring. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk beribadah ringan, membaca, atau melakukan aktivitas santai agar makanan mulai tercerna dengan baik.

Selain itu, pemilihan menu sahur juga berperan penting. Makanan tinggi serat, protein, serta cukup cairan membantu menjaga rasa kenyang lebih lama tanpa membebani lambung. Menghindari makanan berlemak tinggi dan terlalu pedas juga dianjurkan untuk mencegah iritasi lambung selama berpuasa.

Dengan demikian, tidur setelah sahur bukanlah hal yang sepenuhnya dilarang, tetapi perlu dilakukan dengan bijak. Memberi jeda waktu sebelum tidur dan menjaga pola makan sehat dapat meminimalkan risiko gangguan pencernaan maupun metabolisme selama Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....