Puasa, Ibadah Tertua dalam Jejak Para Nabi
- 01 Mar 2026 08:28 WIB
- Gorontalo
RRI. CO. ID. Gorontalo: Puasa bukan hanya ibadah yang hadir dalam syariat Islam, melainkan tercatat sebagai salah satu bentuk penghambaan tertua yang mengiringi perjalanan para nabi. Dalam berbagai riwayat dan kisah kenabian, puasa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, melatih kesabaran, serta membersihkan jiwa. Nilai inilah yang kembali diangkat dalam obrolan Ramadan pada siaran sahur RRI Gorontalo, Ramadan 1447 Hijriah, sebagai pengingat bahwa puasa memiliki akar sejarah yang sangat panjang.
Dalam perbincangan Ustad Valiat dan Ustad Thalib pada acara dialog ramadhan yang diselenggarakan RRI Gorontalo, bahwa hampir setiap nabi memiliki kisah puasa dalam perjalanan dakwahnya. Salah satu yang paling dikenal adalah Nabi Musa, yang berpuasa selama 40 hari 40 malam ketika bermunajat di Bukit Sinai sebelum menerima wahyu. Puasa itu menjadi simbol kesiapan ruhani dan kesungguhan dalam menerima amanah besar dari Allah.
Selain Nabi Musa, kisah puasa juga melekat pada Nabi Yunus, yang dikenal melalui peristiwa ketika beliau berada dalam perut ikan. Dalam keadaan gelap, sempit, dan penuh ujian, Nabi Yunus memperbanyak ibadah, termasuk menahan diri dan berzikir, hingga akhirnya Allah memberikan pertolongan. Kisah ini kerap dipahami sebagai gambaran puasa dan kesabaran yang melahirkan keselamatan serta harapan baru.
Ustad Valiat menegaskan bahwa puasa dalam kisah para nabi bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan spiritual untuk menundukkan hawa nafsu dan menguatkan ketergantungan kepada Allah. Dari zaman ke zaman, puasa menjadi ibadah yang melintasi generasi, bahkan hadir sebelum kewajiban ibadah lainnya disyariatkan secara sempurna kepada umat tertentu.
Melalui siaran sahur tersebut, pendengar diajak melihat puasa sebagai ibadah universal yang menyatukan pesan ketakwaan. Bahwa dalam kondisi lapang maupun sempit, para nabi menjadikan puasa sebagai jalan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sekaligus sarana memperkuat mental dan keimanan dalam menghadapi ujian dakwah.
Dari kisah-kisah itu, dapat dipetik makna bahwa puasa adalah ibadah tertua yang sarat nilai pendidikan rohani. Ia mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan kepasrahan total kepada Allah. Ramadan pun hadir bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk meneladani jejak para nabi, menghidupkan kembali ruh puasa sebagai ibadah yang membentuk manusia menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....