Bolehkah Mencicipi Masakan saat Puasa?Ini Penjelasannya
- 25 Feb 2026 10:05 WIB
- Gorontalo
RRI. CO. ID Gorontalo: Di bulan suci Ramadhan, aktivitas memasak untuk menyiapkan hidangan berbuka puasa menjadi rutinitas yang sarat makna. Namun, ada satu hal yang kerap menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, yakni bolehkah mencicipi masakan saat sedang berpuasa. Kekhawatiran muncul ketika rasa bumbu terlalu kuat atau justru hambar, sementara puasa tetap harus dijaga dengan penuh kehati-hatian.
Menjawab persoalan tersebut, sebuah tayangan video edukasi Ramadhan disampaikan oleh Pa Srul, sapaan akrab seorang pegawai yang sehari-hari beraktivitas di Bimas Islam Kantor Wilayah Provinsi Gorontalo. Melalui konten singkat namun sarat makna, ia mengulas adab dan hukum mencicipi masakan saat berpuasa dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami masyarakat.
Dalam penjelasannya, Pa Srul menyampaikan bahwa mencicipi masakan ketika sedang berpuasa, khususnya saat memasak untuk berbuka, hukumnya makruh. Artinya, jika ditinggalkan akan bernilai pahala, namun jika dikerjakan tidak berdosa. Meski demikian, terdapat syarat penting yang harus diperhatikan agar puasa tetap terjaga keabsahannya.
Ia menegaskan bahwa rasa masakan yang dicicipi tidak boleh ditelan, melainkan harus segera dibuang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh secara sengaja yang dapat membatalkan puasa. Dengan cara ini, cita rasa masakan tetap terjaga tanpa mengurangi nilai ibadah puasa.
Lebih jauh, Pa Srul juga mengingatkan bahwa menyediakan makanan untuk keluarga dengan niat membahagiakan mereka merupakan bagian dari tanggung jawab dan ibadah. Masakan yang disiapkan tidak harus mahal atau mewah, namun dibuat dengan sepenuh hati, penuh perhatian, dan sesuai tuntunan ajaran Islam yang mengedepankan kesederhanaan dan keberkahan.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga adab, niat, serta keharmonisan dalam keluarga. Melalui edukasi yang sederhana namun bermakna, diharapkan masyarakat semakin bijak dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk saat memasak, tanpa mengurangi nilai ibadah puasa di bulan yang penuh berkah ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....