Puasa Bantu Tubuh Perbaiki Diri
- 21 Feb 2026 09:48 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Puasa bukan sekadar ibadah menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum tubuh untuk melakukan proses perbaikan alami. Sejumlah penelitian ilmiah terbaru menunjukkan bahwa pembatasan asupan makanan dalam periode tertentu dapat memicu mekanisme biologis yang berdampak positif bagi kesehatan.
Dalam kajian yang dipublikasikan di jurnal New England Journal of Medicine, puasa intermiten disebut mampu meningkatkan ketahanan sel terhadap stres dan memperbaiki fungsi metabolisme. Penelitian tersebut menegaskan bahwa saat tubuh tidak menerima asupan kalori, terjadi peralihan sumber energi dari glukosa ke lemak, yang kemudian menghasilkan keton sebagai bahan bakar alternatif bagi sel.
Selain itu, studi yang diterbitkan oleh Cell Metabolism menjelaskan bahwa puasa dapat memicu proses autofagi, yaitu mekanisme alami tubuh untuk membersihkan sel-sel yang rusak dan meregenerasi sel baru. Proses ini dinilai penting dalam mencegah berbagai penyakit degeneratif, termasuk gangguan metabolik dan penuaan dini.
Dari sisi kesehatan jantung, laporan ilmiah yang dirilis American Heart Association menyebutkan bahwa pola makan dengan periode puasa tertentu berpotensi membantu menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, serta memperbaiki sensitivitas insulin. Namun, manfaat ini tetap dipengaruhi pola makan sehat saat berbuka dan sahur.
Tak hanya fisik, puasa juga berdampak pada kesehatan otak. Penelitian yang dimuat dalam Johns Hopkins Medicine mengungkapkan bahwa pembatasan kalori dalam jangka waktu tertentu dapat meningkatkan fungsi kognitif dan membantu tubuh memproduksi protein yang mendukung kesehatan neuron.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI turut mengingatkan pentingnya menjalani puasa secara bijak, terutama bagi penderita penyakit kronis. Melalui laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, masyarakat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalani puasa jika memiliki riwayat diabetes, hipertensi, atau gangguan lambung.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa puasa bukanlah pengganti pengobatan medis. Pola makan seimbang, hidrasi cukup, dan istirahat yang memadai tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan selama Ramadan. Mengonsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka menjadi kunci agar manfaat puasa dapat dirasakan optimal.
Dengan demikian, puasa bukan hanya latihan spiritual, tetapi juga kesempatan tubuh untuk memperbaiki diri melalui proses biologis alami. Jika dijalani dengan pola yang sehat dan sesuai anjuran medis, puasa berpotensi memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan fisik maupun mental.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....