Waspadai Glucose Spike Saat Berbuka Puasa
- 20 Feb 2026 08:54 WIB
- Gorontalo
RRI. CO. ID Gorontalo: Puasa dikenal menyehatkan, namun manfaatnya bisa berkurang bila cara berbuka tidak tepat. Banyak orang merasa “seharian tidak makan, berarti bebas makan apa saja saat berbuka.” Justru pola inilah yang kerap menjadi jebakan metabolik, karena memicu kondisi yang disebut glucose spike—lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Apa itu Glucose Spike?
Glucose spike adalah peningkatan kadar gula darah yang sangat cepat dan tinggi setelah makan. Kondisi ini sering terjadi ketika perut kosong terlalu lama, lalu langsung menerima asupan gula atau karbohidrat olahan dalam jumlah besar. Tubuh yang sebelumnya stabil menjadi “kaget” dan harus bekerja ekstra untuk menormalkan gula darah.
Mengapa rentan terjadi saat berbuka puasa?
Selama puasa, kadar insulin rendah, lambung kosong, dan tubuh berada dalam mode adaptif. Ketika berbuka dengan minuman manis, kolak tinggi gula, gorengan, atau nasi putih berlebihan, gula darah melonjak drastis. Tubuh dipaksa memproduksi insulin dalam jumlah besar. Jika pola ini berulang, metabolisme bisa terganggu.
Pola pemicu yang sering terulang
Banyak orang tanpa sadar melakukan “balas dendam” saat berbuka: minuman manis sebagai pembuka utama, konsumsi gula rafinasi berlebihan, kurang serat dan protein, serta makan terlalu cepat. Akibatnya, puasa yang seharusnya menyehatkan justru menjadi latihan naik-turun gula darah.
Dampak jika glucose spike terjadi berulang
Lonjakan gula darah yang sering dapat meningkatkan resistensi insulin, menambah lemak perut, memicu rasa kantuk dan lemas setelah berbuka, meningkatkan peradangan, serta menaikkan risiko diabetes dan hipertensi. Tak heran jika sebagian orang merasa kelelahan setelah berbuka puasa.
Tips mengendalikan glucose spike
Awali berbuka dengan air putih, teh, atau kopi menggunakan pemanis yang lebih ramah metabolisme seperti Gula O. Konsumsi kurma 1–2 butir saja, lalu lanjutkan dengan sup atau sayur, sumber protein, dan karbohidrat secukupnya. Hindari minuman dengan gula rafinasi, makan bertahap, dan kunyah perlahan. Prinsip utamanya: gula darah naik perlahan, bukan melonjak tajam.
Puasa tetap sehat, bugar, dan aman
Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga mengatur respons tubuh. Berbuka dengan bijak membantu menjaga gula darah tetap stabil, energi lebih tahan lama, berat badan terkontrol, dan ibadah pun lebih fokus. Ingat, glucose spike bukan disebabkan oleh puasanya, melainkan oleh cara berbuka yang kurang tepat. Awali dan akhiri dengan doa sebagai wujud rasa syukur—agar puasa benar-benar menjadi jalan menuju tubuh yang sehat, bugar, dan aman sepanjang Ramadhan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....