Sekdaprov Lepas Iring-iringan Tradisi Koko’o 2026

  • 19 Feb 2026 12:34 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, melepas iring-iringan ketuk sahur perdana atau Koko’o yang dimulai dari depan rumah jabatan Gubernur, Rabu dini hari 18 Februari 2026. Rombongan peserta kemudian berkeliling Kota Gorontalo dan berakhir di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Tradisi Koko’o merupakan agenda tahunan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan membunyikan kentongan sebagai tanda membangunkan umat Muslim untuk bersantap sahur. Kegiatan ini digagas oleh para pemuda yang tergabung dalam komunitas Talumolo Lotu.

Pelaksanaan Koko’o tahun ini berlangsung meriah. Peserta tersebar di sejumlah titik, antara lain di sekitar Tugu Saronde, depan Hotel Quality, Kantor Wali Kota, hingga Rumah Jabatan Gubernur. Iring-iringan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Mereka berjalan kaki mengikuti mobil kontainer atau menggunakan sepeda motor sambil membunyikan kentongan.

Dalam sambutannya, Sofian Ibrahim menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat Talumolo dan sekitarnya yang terus melestarikan tradisi tersebut. Menurutnya, Koko’o merupakan warisan budaya yang telah lama hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Gorontalo.

“Tradisi Koko’o ini merupakan wujud kegembiraan kita dalam menyambut satu Ramadan 1447 Hijriah, sehingga mari kita wujudkan dalam suka cita dan kegembiraan,” ujar Sofian.

Karena kegiatan berlangsung sejak pukul 00.00 Wita hingga mendekati waktu sahur, ia juga mengingatkan peserta untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan. Masyarakat pun diimbau agar tidak melewatkan sahur sebelum menjalankan ibadah puasa.

Terkait pengembangan Koko’o sebagai event pariwisata nasional, Sofian mendorong agar tradisi tersebut didesain ulang dan dikemas lebih terstruktur sehingga dapat menjadi bagian dari kalender pariwisata berbasis budaya di Provinsi Gorontalo. Dengan pengelolaan yang baik, Koko’o diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada masyarakat luas.

“Ini kita harus desain ulang menjadi salah satu event yang nantinya oleh pak kadis akan dikelola menjadi bagian pariwisata dari sisi tradisi dan budaya, sehingga ini bisa menjadi salah satu sumber untuk kita jual kepada masyarakat yang akan berkunjung ke Gorontalo, bahwa kita punya satu event yang menarik, event Koko’o menyambut satu Ramadan setiap tahunnya,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....