Martinelli sang Super Sub: Pecahkan Rekor dan Selamatkan Brasil di Piala Dunia
- 30 Jun 2026 05:16 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Houston – Penyerang Arsenal, Gabriel Martinelli, membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu super subpaling mematikan di dunia saat ini. Masuk dari bangku cadangan, Martinelli mencetak gol kemenangan dramatis pada menit ke-90+5 (tepatnya menit ke-51 masa injury time babak kedua) untuk membawa Timnas Brasil menang 2-1 atas Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa 30 Juni 2026 WIB.
Gol larut yang dicetak di Stadion Houston, Texas tersebut tidak hanya meloloskan Selecao ke babak 16 besar, tetapi juga memecahkan rekor bersejarah. Martinelli resmi melampaui rekor legenda Italia, Francesco Totti, sebagai pemilik gol kemenangan paling telat dalam sejarah fase gugur Piala Dunia.
Brasil sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama lewat gol Kaishu Sano pada menit ke-29. Setelah Casemiro menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-56, pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, memasukkan Martinelli untuk memberikan dimensi baru di lini serang.
Menariknya, Ancelotti tidak memainkan Martinelli di posisi alaminya sebagai pemain sayap kiri seperti di Arsenal, melainkan sebagai penyerang tengah (striker). Perjudian taktik ini berbuah manis di penghujung laga berkat umpan akurat dari Bruno Guimaraes.
"Tujuan utamanya adalah menghadirkan energi baru. Martinelli memiliki intensitas yang sangat tinggi dan selalu tampil maksimal ketika masuk dari bangku cadangan," puji Carlo Ancelotti usai pertandingan.
Bagi Martinelli, momen ini terasa sangat emosional. Musim ini ia memang lebih banyak memulai laga dari bangku cadangan di level klub bersama Arsenal, namun kerja kerasnya terbayar tuntas di panggung tertinggi dunia. Bahkan, ia harus mengakhiri laga dengan mata kiri yang mengalami pendarahan ringan akibat benturan fisik saat bertahan.
"Saya bahkan tidak punya kata-kata untuk menggambarkan kebahagiaan di hati saya. Saya mencoba melakukan blok dan bek lawan menyikut saya, namun semuanya sepadan," ujar Martinelli emosional kepada Caze TV.
"Di Arsenal saya memang tidak bermain di posisi itu (penyerang tengah), tetapi saya bisa melakukannya. Saya senang bisa membantu tim, apa pun posisi yang diberikan."
Dengan kemenangan comeback dramatis ini, Brasil juga sukses memutus kutukan buruk mereka yang selalu tersingkir di fase gugur Piala Dunia jika kebobolan lebih dulu sejak tahun 2002. Di babak selanjutnya, Brasil akan menanti pemenang antara Norwegia dan Pantai Gading.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....