Kejutan Besar! Paraguay Singkirkan Jerman di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
- 30 Jun 2026 05:17 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Boston — Langkah raksasa sepak bola Eropa, Jerman, harus terhenti secara tragis di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Bertanding di Stadion Boston, Massachusetts 30 Juni 2026, Die Mannschaft dipaksa menelan pil pahit setelah ditumbangkan oleh tim tangguh Amerika Selatan, Paraguay, melalui babak adu penalti yang menegangkan dengan skor 3-4, usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Kekalahan ini menjadi salah satu kejutan terbesar di turnamen sejauh ini, sekaligus memulangkan anak asuh Julian Nagelsmann lebih awal.
Jerman memulai pertandingan dengan mengambil inisiatif menyerang sejak peluit pertama dibunyikan. Mengandalkan motor serangan di lini tengah, Jerman mencoba mengurung pertahanan Paraguay. Namun, disiplinnya garis pertahanan rendah (low-block) yang diterapkan skuad Paraguay membuat ruang tembak Jerman menjadi sangat sempit.
Petaka bagi lini belakang Jerman datang menjelang akhir paruh pertama. Pada menit ke-42, lewat sebuah skema serangan terencana yang rapi dari sisi sayap, gelandang Paraguay Matías Galarza melepaskan umpan silang akurat. Bola berhasil disambut oleh sundulan tajam Julio Enciso yang mengarah ke pojok bawah gawang, menaklukkan Manuel Neuer. Skor 1-0 untuk keunggulan Paraguay bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Jerman merespons cepat dengan meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Hasilnya langsung terlihat di awal babak kedua.
Pada menit ke-54, memanfaatkan umpan silang matang dari Florian Wirtz, Kai Havertz melompat tinggi dan melakukan sundulan terarah yang bersarang di dalam gawang Paraguay. Skor berubah imbang menjadi 1-1.
Setelah gol penyama kedudukan tersebut, laga berjalan semakin sengit. Jerman memasukkan sejumlah tenaga baru seperti Jamal Musiala untuk menambah daya gedor. Walau terus menggempur pertahanan lawan, skor imbang 1-1 tetap bertahan hingga waktu normal usai, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu (extra time).
Intensitas pertandingan memuncak di babak tambahan. Jerman sempat bersorak riuh di menit ke-102 ketika bek Jonathan Tah sukses menanduk bola masuk ke dalam gawang setelah menerima umpan tendangan bebas.
Namun, kegembiraan publik Jerman sirna seketika. Setelah wasit melakukan peninjauan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dianulir. Rekaman menunjukkan adanya pelanggaran ringan terlebih dahulu yang dilakukan oleh pemain Jerman di dalam kotak penalti sebelum gol tercipta. Skor 1-1 tidak berubah hingga babak extra time selesai, sehingga penentu pemenang harus dilanjutkan ke babak adu penalti.
Di babak tos-tosan, ketegangan mencapai titik tertinggi. Dua eksekutor awal Jerman sempat membuka harapan, namun kegagalan beberapa penendang berikutnya, termasuk eksekusi terakhir dari Jonathan Tah yang melebar, menjadi penentu.
Di kubu seberang, eksekutor penentu Paraguay, José Canale, dengan tenang menjalankan tugasnya dan memastikan kemenangan adu penalti dengan skor 4-3 untuk keunggulan La Albirroja.
Kekalahan menyakitkan dari Paraguay ini menegaskan bahwa masa kegelapan sepak bola Jerman di panggung internasional masih belum usai. Sejak merengkuh trofi Piala Dunia 2014 di Brasil, Die Mannschaft seolah kehilangan taring dan "Mental Juara" yang dulu menjadi identitas ditakuti lawan.
Alih-alih bangkit pada edisi 2026 ini, Jerman justru mengulangi memori kelam Piala Dunia 2018 dan 2022 dengan kembali angkat koper di fase-fase awal turnamen. Hasil di babak 32 besar ini dipastikan akan memicu evaluasi total dan gelombang kritik besar-besaran di internal federasi sepak bola Jerman.
Sementara itu, Paraguay merayakan kemenangan bersejarah ini dengan penuh suka cita dan siap melaju ke babak 16 besar sebagai tim underdog yang patut diwaspadai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....