Andy Robertson Siap Wujudkan Mimpi Bermain di Piala Dunia Bersama Skotlandia
- 12 Jun 2026 21:20 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Perjalanan karier Andy Robertson dari pemain paruh waktu hingga menjadi salah satu bek terbaik dunia sering dianggap sebagai kisah dongeng dalam sepak bola modern. Lahir di Glasgow, Skotlandia, Robertson menapaki jalan panjang menuju puncak kariernya, dimulai dari Queen's Park sebelum melanjutkan kiprahnya bersama Dundee United dan Hull City. Performa impresifnya kemudian mengantarkannya bergabung dengan Liverpool, tempat ia berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia.
Selama sembilan tahun membela Liverpool, Robertson tampil gemilang di level tertinggi sepak bola klub. Ia berhasil mempersembahkan berbagai gelar domestik maupun Eropa bagi The Reds. Namun, di balik sederet prestasi tersebut, masih ada satu pencapaian besar yang belum pernah ia rasakan, yaitu tampil membela Skotlandia di ajang Piala Dunia Kesempatan itu akhirnya datang pada Piala Dunia
2026 yang akan berlangsung di Amerika Utara. Robertson, yang akan bergabung dengan Tottenham Hotspur dengan status bebas transfer mulai 1 Juli mendatang, dipercaya menjadi kapten Skotlandia dalam turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Sebelumnya, Robertson juga memimpin tim nasional Skotlandia di UEFA EURO 2024. Baginya, tampil di Piala Dunia merupakan puncak dari perjalanan karier yang penuh kerja keras, pengorbanan, dan keteguhan hati.
"Dalam momen seperti ini, penting untuk mengingat dari mana Anda berasal, perjalanan yang telah dilalui, dan seberapa keras Anda bekerja untuk mencapai kesempatan seperti ini," ujar Robertson kepada FIFA.
"Saya mencintai perjalanan karier saya. Banyak kerja keras dan pengorbanan yang harus dilakukan. Namun, semua penghargaan yang saya dapatkan membuat setiap menit perjuangan itu terasa sangat berharga."
Ia juga mengakui bahwa saat masih kecil, dirinya tidak pernah membayangkan bisa menjadi kapten tim nasional Skotlandia.
"Saat kecil, impian saya hanyalah bisa bermain untuk negara saya. Saya tidak pernah membayangkan akan menjadi kapten tim nasional," katanya.
Perjalanan Robertson menuju puncak karier tidak selalu berjalan mulus. Ketika berusia 15 tahun, ia sempat mengalami pukulan besar setelah dilepas oleh klub masa kecilnya, Celtic. Saat itu, ia dianggap memiliki postur tubuh yang terlalu kecil untuk bisa sukses sebagai pesepak bola profesional.
"Menjadi pemain profesional tidak pernah mudah," ungkap Robertson. "Di setiap ruang ganti yang pernah saya masuki, selalu ada pemain yang menghadapi tantangan dan hambatan dalam kariernya. Justru pengalaman itulah yang membentuk mental dan ketangguhan seseorang."
Ia mengakui bahwa keputusan Celtic melepas dirinya menjadi salah satu momen paling berat dalam hidupnya.
"Itu adalah pertama kalinya saya merasakan penolakan yang begitu besar. Ada rasa sedih dan kecewa yang mendalam. Namun, saya berhasil melewati masa sulit tersebut dan berjuang untuk bangkit kembali."
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting yang membantunya menghadapi berbagai rintangan sepanjang karier profesionalnya.
"Selalu ada kemunduran dalam perjalanan karier. Yang terpenting adalah bagaimana Anda menyikapi dan bangkit dari setiap kegagalan itu," tambahnya.
Pada 13 Juni, Robertson akan memimpin Skotlandia menghadapi Haiti dalam laga pembuka Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut menjadi momen bersejarah karena menandai kembalinya Skotlandia ke panggung terbesar sepak bola internasional setelah absen selama 28 tahun.
Kepastian lolos ke putaran final diraih secara dramatis setelah Skotlandia mengalahkan Denmark dengan skor 4-2 di Hampden Park pada November tahun lalu.
Di fase grup, tim asuhan Steve Clarke tergabung di Grup C bersama Haiti, Maroko, dan Brasil yang telah lima kali menjuarai dunia. Laga melawan Brasil dipastikan menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan.
Pertemuan terakhir Skotlandia dengan tim berjuluk Seleção itu terjadi pada laga pembuka Piala Dunia 1998 di Stade de France. Saat itu, Skotlandia harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor tipis 2-1.
Meski demikian, Robertson menegaskan bahwa generasi pemain Skotlandia saat ini tidak akan terbebani oleh catatan masa lalu ketika menghadapi skuad bertabur bintang asuhan Carlo Ancelotti di Miami.
"Kami ingin menciptakan sejarah kami sendiri," tegas Robertson. "Kami menghargai sejarah tim nasional Skotlandia dan para pemain yang datang sebelum kami. Kami memiliki rasa hormat yang besar kepada mereka. Namun sekarang, tugas kami adalah menulis kisah kami sendiri."
"Saya tidak berpikir hasil-hasil sebelumnya melawan Brasil akan memengaruhi pertandingan nanti. Kami tahu betapa sulitnya menghadapi mereka. Bermain melawan Brasil adalah impian bagi banyak pemain, dan kesempatan seperti itu tidak selalu datang, terutama bagi tim dari benua yang berbeda. Namun, Piala Dunia memungkinkan hal tersebut terjadi."
Robertson menegaskan bahwa Skotlandia tidak datang ke turnamen hanya untuk menjadi pelengkap.
"Kami selalu datang untuk bersaing. Semoga kami bisa memberikan pertandingan yang sulit bagi Brasil dan menunjukkan kemampuan terbaik kami di panggung dunia," tutupnya. (sumber fifa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....