Bola Pintar hingga Avatar 3D, Inovasi Baru di Piala Dunia 2026
- 10 Jun 2026 10:35 WIB
- Gorontalo
RRI. CO. ID, Gorontalo - Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menjadi turnamen terbesar dalam sejarah dengan 48 peserta, tetapi juga diproyeksikan sebagai ajang sepak bola paling canggih secara teknologi. FIFA menghadirkan berbagai inovasi baru untuk membantu wasit mengambil keputusan lebih cepat, akurat, dan transparan.
Salah satu teknologi utama yang akan digunakan adalah Advanced Semi-Automated Offside Technology (SAOT) atau teknologi offside semi-otomatis generasi terbaru. Sistem ini memanfaatkan 16 kamera khusus di stadion yang mampu melacak posisi pemain dan bola secara real time. Jika terjadi offside yang jelas, sistem akan mengirimkan peringatan otomatis kepada wasit dan hakim garis sehingga keputusan dapat diambil lebih cepat dibandingkan metode VAR konvensional.
Teknologi tersebut didukung oleh Connected Ball Technology, yakni bola pertandingan yang dilengkapi sensor elektronik. Sensor ini mampu mengirimkan data pergerakan bola secara langsung, termasuk momen tepat saat pemain menyentuh bola. Informasi tersebut sangat membantu dalam menentukan posisi offside, handball, maupun insiden penting lainnya.
Menariknya, FIFA juga melakukan pemindaian 3D terhadap seluruh pemain yang berlaga di Piala Dunia 2026. Hasil pemindaian akan digunakan untuk membuat avatar digital yang memungkinkan tayangan ulang keputusan offside tampil lebih realistis dan mudah dipahami oleh penonton.
Selain itu, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) akan berperan besar dalam pengolahan data pertandingan. Sistem AI akan menganalisis jutaan titik data dari kamera dan sensor bola untuk membantu proses pengambilan keputusan serta menyediakan analisis pertandingan yang lebih mendalam bagi tim dan penyiar.
FIFA juga menguji penggunaan kamera tubuh wasit (body camera) yang menampilkan sudut pandang langsung dari lapangan. Teknologi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi penonton sekaligus meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan pertandingan.
Direktur Inovasi FIFA, Johannes Holzmüller, menyebut inovasi-inovasi tersebut dirancang untuk mempercepat proses pertandingan tanpa menghilangkan peran manusia dalam mengambil keputusan akhir. Meskipun teknologi semakin canggih, keputusan final tetap berada di tangan wasit.
Dengan kombinasi kecerdasan buatan, sensor pada bola, kamera pelacak berkecepatan tinggi, serta avatar digital 3D, Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi tonggak baru dalam pemanfaatan teknologi di dunia sepak bola modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....