Pelatih Takraw Terapkan Pendekatan Psikologis Tingkatkan Prestasi
- 02 Apr 2026 15:04 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Upaya meningkatkan prestasi atlet SPOBDA (Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah) terus dilakukan berbagai pihak, termasuk dari cabang olahraga sepak takraw. Salah satu strategi yang diterapkan yakni pendekatan psikologis dalam proses latihan atlet.
Pelatih takraw Gorontalo, Halim Raji’u, menuturkan bahwa peningkatan prestasi tidak hanya bertumpu pada latihan teknik dan fisik, tetapi juga pada kekuatan mental dan kesadaran diri atlet.
Menurutnya, pendekatan psikologis menjadi kunci penting dalam membentuk karakter dan kesiapan atlet saat bertanding.
“Tanpa kekuatan kejiwaan dari dalam, semua program latihan tidak akan terealisasi dengan baik. Karena itu saya lebih fokus menyentuh sisi psikologi atlet,” ujarnya saat diwawancarai. Kamis 2 April 2026.
Halim menjelaskan, metode tersebut telah ia terapkan sejak tahun lalu dan terbukti memberikan hasil positif. Bahkan, pendekatan itu turut mengantarkannya dipercaya mendampingi tim dalam kegiatan olahraga di tingkat internasional.
Ia menambahkan, selama ini pola latihan teknis seperti smash, umpan, dan koordinasi sudah rutin dilakukan. Namun, yang menjadi pembeda adalah bagaimana atlet mampu menjalani latihan dengan kesadaran penuh dan disiplin dari dalam diri.
Dalam penerapannya, Halim mengakui tidak sedikit tantangan yang dihadapi. Sejumlah atlet awalnya merasa kesulitan menyesuaikan diri dengan metode latihan yang dianggap berbeda dari biasanya.
“Di awal latihan, bahkan baru dua hari, sudah ada yang merasa kelelahan karena belum terbiasa. Tapi saya tekankan pentingnya konsistensi dan penguatan mental,” jelasnya.
Menurut Halim, kondisi mental atlet masa kini cenderung lebih rentan dibandingkan generasi sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian khusus dalam menyusun program latihan yang lebih adaptif dan humanis.
Seiring berjalannya waktu, ia menilai sebagian besar atlet mulai memahami pola latihan yang diterapkan, termasuk melalui komunikasi non-verbal seperti bahasa tubuh saat latihan berlangsung.
Dari total atlet yang dibina, sebagian besar kini menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari segi teknik maupun sikap. Bahkan, ada atlet yang sebelumnya dinilai belum memiliki dasar, kini mengalami peningkatan kualitas secara bertahap.
Halim berharap pendekatan berbasis psikologi ini dapat terus dikembangkan untuk mencetak atlet takraw Gorontalo yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memiliki mental bertanding yang kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....