KORMI Gorontalo Gencarkan Festival untuk Lestarikan Olahraga Tradisional
- 26 Mar 2026 14:12 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Gorontalo terus mendorong pelestarian olahraga tradisional di kalangan generasi muda melalui berbagai kegiatan dan festival.
Sekretaris Umum KORMI Provinsi Gorontalo, Rijal Syukri, menilai perkembangan zaman dan kemudahan akses terhadap olahraga modern menjadi salah satu faktor semakin terpinggirkannya olahraga tradisional di tengah masyarakat.
“Kalau kita lihat dari perkembangan zaman, kemudahan akses terhadap olahraga modern membuat olahraga tradisional kesannya semakin tersisih,” ujar Rijal.
Padahal, menurutnya, olahraga tradisional memiliki nilai lebih yang tidak dimiliki olahraga modern, terutama dalam aspek pendidikan karakter dan sosial.
“Di balik setiap gerakan dan aturan dalam olahraga tradisional, terkandung nilai-nilai pendidikan, karakter, rasa cinta tanah air, serta keharmonisan antar masyarakat,” jelasnya.
Untuk itu, KORMI Gorontalo aktif mempromosikan kembali olahraga tradisional melalui berbagai kegiatan, salah satunya dengan menggelar festival olahraga masyarakat di sejumlah daerah.
Rijal mengungkapkan, saat ini KORMI tengah melaksanakan kegiatan di Desa Torosiaje dengan mengangkat kembali sejumlah cabang olahraga tradisional yang sempat hilang, seperti lomba “romba” yang dulu pernah rutin digelar di wilayah tersebut.
“Contohnya, kami sekarang berada di Torosiaje, mengadakan olahraga masyarakat berbasis desa wisata. Ada beberapa kategori, termasuk romba yang dulu sempat hilang, dan sekarang kami angkat kembali,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, KORMI juga menjalin sinergi dengan berbagai pihak, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pariwisata, serta Dinas Pendidikan.
Kolaborasi tersebut bertujuan agar olahraga tradisional semakin dikenal luas, sekaligus dapat diperkenalkan secara sistematis di lingkungan pendidikan.
“Kami bersinergi dengan Dispora, Dinas Pariwisata, dan Dinas Pendidikan, supaya olahraga tradisional ini lebih dikenal, bahkan ke depan bisa diperkenalkan di tingkat SD, SMP, dan SMA,” tambahnya.
Melalui langkah ini, KORMI berharap olahraga tradisional tidak hanya lestari, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda serta memperkuat identitas budaya daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....