Pupuk Kaltim Resmikan Kampung Sawah Abadi untuk Destinasi Agroeduwisata
- 06 Agt 2026 10:55 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Pertanian untuk agroeduwisata
RRI.CO.ID, Gorontalo - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meresmikan Kampung Sawah Abadi (KSA) Bulutana di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (5/8/2026). Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran pertanian sekaligus destinasi agroeduwisata yang mengintegrasikan sektor pertanian, wisata alam, dan pemberdayaan masyarakat.
Peresmian KSA Bulutana merupakan bagian dari program Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera, dan Mandiri (PKT Berseri), yang dijalankan Pupuk Kaltim melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sejak 2023.
Kegiatan tersebut dihadiri manajemen Pupuk Kaltim, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta masyarakat petani setempat.
AVP Pembangunan Sosial dan Lingkungan Departemen TJSL Pupuk Kaltim, Uchin Mahazaki, mengatakan bahwa program perusahaan tidak hanya difokuskan pada wilayah sekitar area produksi, tetapi juga menjangkau daerah distribusi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keberlanjutan pertanian.
“Sulawesi Selatan merupakan salah satu pasar penting Pupuk Kaltim di Indonesia Timur. Karena itu, menjaga kesuburan lahan dan mendukung keberlanjutan pertanian di daerah ini menjadi bagian dari komitmen sosial perusahaan,” ujarnya.
Menurut Uchin, pengembangan KSA Bulutana dilakukan secara bertahap sesuai roadmap PKT Berseri hingga 2027. Pada tahap awal tahun 2023, perusahaan memulai proyek percontohan dekomposer. Tahun 2024 fokus diarahkan pada pelatihan budidaya, pengendalian hama, pemupukan berimbang, serta pembuatan pupuk organik.
Pupuk Kaltim juga membangun eco-trail sepanjang 230 meter untuk memudahkan petani mengangkut hasil panen dari lahan berkontur dataran tinggi.
“Seluruh pengembangan dirancang terintegrasi agar tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Pada 2025, program diperkuat melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, pengelolaan pascapanen, serta penyediaan alat dan mesin produksi kompos. Memasuki 2026, fokus pengembangan diarahkan pada pembangunan infrastruktur kawasan dan penguatan branding wisata hijau Bulutana.
Tahap akhir pada 2027 ditargetkan menjadikan Kampung Sawah Abadi sebagai destinasi unggulan melalui standardisasi kawasan, sertifikasi Desa Wisata Hijau Bulutana, dan pembentukan skema insentif konservasi sawah.
Sebelum program berjalan, produktivitas sawah rata-rata sekitar 4 ton per hektare dengan dua kali panen per tahun. Kini hasil panen meningkat menjadi 6–7 ton per hektare dan indeks pertanaman naik menjadi tiga kali setahun.
Pengembangan kawasan juga melibatkan pemuda desa dalam pengelolaan kunjungan wisatawan. Sebagian pendapatan dari aktivitas wisata dialokasikan kembali untuk pembelian benih, pupuk, hingga pembayaran pajak lahan petani.
Selain itu, dikembangkan pula sistem digital Sipadi yang memungkinkan wisatawan ikut menanam padi dan memantau pertumbuhan tanaman melalui aplikasi.
Melalui kolaborasi antara petani, pemuda, pemerintah daerah, dan dunia usaha, Kampung Sawah Abadi Bulutana diharapkan tumbuh sebagai pusat agroeduwisata yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan di Sulawesi Selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....