Unik dan Bernilai Tinggi, Ayam Brahma Pikat Pengunjung Penas

  • 24 Jun 2026 00:46 WIB
  •  Gorontalo

RRI.co.id - Gorontalo. Kegiatan Pekan Nasional (Penas) KTNA ke-17 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi pertanian dan peternakan dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah pameran “Kampung Ternak” yang menampilkan beragam jenis hewan unggulan, mulai dari ternak lokal hingga satwa eksotis luar negeri.

Di antara deretan stan yang ada, stan unggas menjadi salah satu titik favorit pengunjung. Bukan tanpa alasan, stan ini memamerkan jenis ayam unik berukuran jumbo, yaitu ayam brahma yang berasal dari Amerika Serikat. Dengan tubuh yang besar, bulu lebat hingga ke kaki, serta postur yang gagah, ayam ini langsung menarik perhatian masyarakat yang melintas.

Menariknya, jika di Amerika Serikat ayam brahma tergolong sebagai ayam konsumsi biasa seperti ayam kampung, di Indonesia unggas ini justru lebih populer sebagai ayam hias bernilai tinggi. Perbedaan fungsi ini tentu berdampak pada cara perawatan dan nilai jualnya. Di Indonesia, perawatan ayam brahma cenderung lebih intensif karena orientasinya adalah mempertahankan keindahan fisik sebagai prioritas utama.

Peternak ayam brahma yang berpartisipasi dalam pameran mengungkapkan bahwa awal mula pengembangan ayam ini di Gorontalo dirintis dari telur yang didatangkan langsung dari Amerika. Telur-telur tersebut kemudian ditetaskan di wilayah Lonuo, Kabupaten Bone Bolango. Lokasi ini dipilih karena memiliki suhu udara yang lebih sejuk, sehingga dinilai cocok untuk mendukung pertumbuhan optimal ayam brahma.

Saat ini, ayam brahma hasil penetasan lokal tersebut telah berusia sekitar 4 hingga 5 bulan dengan bobot mencapai kurang lebih 4 kilogram per ekor. Jumlahnya pun terus berkembang, dengan populasi di Gorontalo yang kini telah mencapai lebih dari 15 ekor.

Dari sisi ekonomi, ayam brahma memiliki nilai jual yang menggiurkan. Satu ekor ayam dapat dihargai sekitar Rp1 juta, tergantung pada kualitas hiasan dan kondisi fisiknya. Hal ini menunjukkan bahwa peluang usaha ternak ayam hias, khususnya jenis brahma, cukup menjanjikan jika dikelola secara profesional.

Melalui pameran ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga edukasi berharga mengenai peluang usaha di bidang peternakan non-konvensional. Penas KTNA ke-17 pun sukses menjadi ajang inspiratif bagi para peternak lokal untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....