Dikunjungi Mentan RI, IAIN Sultan Amai Gorontalo Siap Dukung Hilirisasi Pertanian

  • 22 Jun 2026 20:39 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kehadiran Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada Sabtu pekan lalu dalam kegiatan Silaturahmi dan Tausiyah Swasembada Pangan bertema "Urgensi Hilirisasi dan Inovasi Terapan Berbasis Ekoteologi" menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Kunjungan Menteri Pertanian tersebut menjadi momentum penting di tengah proses transformasi kampus dari Institut Agama Islam Negeri menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo. Selain bertransformasi menjadi universitas, ke depan kampus ini akan menjadi perguruan tinggi yang berorientasi pada hilirisasi pertanian.

"Atas nama pak Rektor dan civitas akademika saya menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pak Menteri Pertanian RI bapak Andi Amran Sulaiman bersama rombongan yang alhamdulillah hari Sabtu pekan lalu sudah berkunjung ke kampus kami," ujar Wakil Rektor III IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Sahmin Madina, Senin 22 Juni 2026.

"Terima kasih juga kepada pak Wali Kota Gorontalo bapak Adhan Dambea, Bupati Boalemo Rum Pagau bersama pak Wakil Bupati dan pak Sekda, kemudian juga pak Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, serta seluruh unsur Forkopimda yang hadir saat itu dan 1500 mahasiswa yang telah menerima pak Menteri saat itu," tambahnya.

Menurut Sahmin, kedatangan Menteri Andi Amran Sulaiman memberikan motivasi bagi seluruh civitas IAIN Sultan Amai Gorontalo, untuk berkontribusi dalam mencetak regenerasi petani di dalam daerah, serta menjaga ketahanan pangan nasional di masa mendatang.

"Ada beberapa hal yang kami petik dalam penyampaian pak Menteri, beliau akan membentuk kelompok generasi pemuda petani di desa atau kabupaten yang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Ini sangat baik untuk menjaga swasembada pangan kita ke depan," tuturnya.

Sahmin menambahkan, seluruh tahapan transformasi IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi UIN kini telah rampung. Saat ini, pihak kampus tinggal menunggu terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia sebagai dasar hukum perubahan status. Ia berharap Perpres dapat diterima pada akhir bulan Juni ini, atau paling lambat awal bulan depan.

"Jika tadinya kami hanya terbatas di pendidikan agama, begitu kami jadi UIN, kami akan membuka beberapa prodi dan fakultas, salah satunya fakultas pertanian. Alhamdulillah pak Menteri siap berkolaborasi. Bahkan pak Menteri mengundang dan akan mensupport teman-teman mahasiswa yang sudah yatim piatu untuk tetap berkuliah," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....