Kementan Perkuat Teknologi Pertanian Hadapi Musim Kemarau
- 29 Mei 2026 23:19 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, GORONTALO – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) terus memperkuat penerapan teknologi pertanian adaptif untuk menghadapi musim kemarau 2026. Langkah ini dilakukan guna menjaga produktivitas pertanian nasional sekaligus memastikan keberlanjutan produksi pangan di tengah potensi keterbatasan air di sejumlah wilayah Indonesia.
Melalui jaringan BRMP di berbagai provinsi, Kementan mendorong pemanfaatan varietas unggul adaptif, teknologi hemat air, serta penerapan pola budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan kering. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi antisipatif agar aktivitas budidaya tetap berjalan optimal dan hasil produksi petani dapat dipertahankan selama musim kemarau.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya langkah antisipasi sejak dini melalui percepatan tanam, penguatan pengelolaan sumber daya air, serta pemanfaatan varietas yang tahan terhadap kondisi kekeringan.
Menurutnya, petani dapat memanfaatkan varietas genjah dan tahan kekeringan seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, Cakrabuana, maupun varietas lain yang memiliki karakteristik serupa untuk menjaga stabilitas produksi selama musim kemarau.
Sejak awal 2026, BRMP di berbagai daerah telah memperkuat diseminasi teknologi adaptif melalui penyediaan benih unggul, pendampingan budidaya hemat air, serta penerapan pola tanam yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.
Di Kepulauan Riau, BRMP mendiseminasikan varietas unggul tahan kekeringan, seperti Cakrabuana Agritan dan Inpari 38 Tadah Hujan Agritan. Sementara itu, BRMP Bali mendorong pemanfaatan benih jagung varietas Jakarin yang adaptif pada lahan dengan ketersediaan air terbatas namun tetap memiliki produktivitas yang baik.
Selain pengembangan varietas unggul, Kementan juga terus mendorong penerapan teknologi hemat air melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang. Metode ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air tanpa mengurangi produktivitas tanaman, sehingga menjadi salah satu solusi penting dalam menghadapi tantangan musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....