Wabup Gorontalo Dampingi Gubernur Kunjungi Kementerian PUPR
- 31 Jan 2026 11:36 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus, ikut mendampingi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Jumat 30 januari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meminta dukungan infrastruktur guna menyukseskan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Tani Nelayan ke-17 tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo.
Dalam kunjungan itu, Wakil Bupati Tonny Junus didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Gorontalo Risman K. Umar. Rombongan pemerintah daerah diterima langsung oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR yang dipimpin Dewi Chomistriana. Pertemuan ini juga dihadiri Asisten II Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas PU-PR Provinsi Gorontalo, serta jajaran teknis dari PU-PR Kabupaten Gorontalo.
Kehadiran lintas unsur pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten tersebut menunjukkan adanya koordinasi terpadu. Sinergi ini dianggap penting mengingat PENAS 2026 merupakan agenda nasional dengan skala besar. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh persiapan dilakukan secara matang dan terintegrasi sejak dini.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo menyerahkan tiga proposal strategis kepada Kementerian PUPR. Proposal tersebut mencakup penanganan dan peningkatan ruas jalan utama, rehabilitasi serta peningkatan sarana dan prasarana GOR David Bobihoe sebagai salah satu venue utama kegiatan. Selain itu, pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi juga menjadi bagian penting dari usulan yang disampaikan.
“Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pak Bupati. Infrastruktur menjadi faktor kunci suksesnya PENAS 2026. Karena itu, seluruh kebutuhan kami komunikasikan langsung dengan pemerintah pusat,” ujar Tonny.
Sementara itu, Kepala Dinas PU-PR Kabupaten Gorontalo Risman K. Umar menyampaikan bahwa seluruh proposal telah disusun secara teknis dan komprehensif. Dokumen tersebut telah diterima langsung oleh jajaran Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR untuk ditindaklanjuti.
“Dengan perkiraan jumlah peserta mencapai sekitar 30 ribu orang, kesiapan infrastruktur yang memadai menjadi kebutuhan utama guna mendukung kelancaran kegiatan berskala nasional tersebut,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....