Menag: Guru Adalah Obor yang Mengusir Kegelapan
- 04 Sep 2025 15:09 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Nasaruddin Umar, menyampaikan pesan mendalam tentang makna dan kemuliaan profesi guru saat membuka secara resmi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Batch 3 Tahun 2025, Rabu (3/9/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual dan diikuti oleh 102.124 guru dari seluruh Indonesia, termasuk 348 guru dari Provinsi Gorontalo.
Dalam sambutannya, Menag mengutip filosofi tentang makna kata "guru". Menurutnya, seorang guru bukan sekadar penyampai ilmu, tetapi pelita yang menerangi jalan murid-muridnya dari kebodohan menuju pemahaman, dari ketidaktahuan menuju pencerahan.
“Gu berarti kegelapan, Ru berarti cahaya. Maka guru adalah obor yang mengusir kegelapan,” ujar Menag.
PPG Daljab Batch 3 ini diikuti oleh para guru dari berbagai latar belakang, di antaranya guru Pendidikan Agama Islam (PAI), guru madrasah, guru Kristen, Katolik, hingga Hindu. Program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik agar semakin profesional dan berkompeten.
Dalam arahannya, KH. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya empat pilar kompetensi yang wajib dimiliki oleh setiap guru professional, Belajar bagaimana belajar, Belajar bagaimana mengajar, Mengajar bagaimana belajar, Mengajar bagaimana mengajar.
“Keempatnya harus berjalan seimbang. Tidak cukup hanya bisa mengajar, tetapi guru juga harus terus belajar dan memahami dinamika belajar itu sendiri,” tegas Menag
Lebih lanjut, Menag menyebut profesi guru sebagai profesi yang suci dan penuh keberkahan. Ia menyampaikan bahwa seorang guru sejati bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menjadi panutan, mendidik dengan hati, bahkan menyertakan murid-muridnya dalam setiap doanya.
“Profesi guru adalah profesi amal jariyah. Setiap ilmu yang diajarkan dan diamalkan oleh murid-muridnya, akan terus mengalir pahalanya, bahkan seribu tahun setelah guru itu wafat,” ujarnya.
Menag juga memberikan pesan penting agar profesi guru tidak semata-mata dipandang sebagai sarana mencari penghasilan.
“Jadilah guru bukan untuk mencari uang, tetapi untuk memuliakan profesi dan mencerdaskan anak bangsa. Guru sejati tidak hanya mengajar dengan buku, tetapi juga dengan doa dan keteladanan,” tegasnya.
“Seorang guru menyiapkan dirinya sejak malam, berdoa agar ilmu yang disampaikan membawa manfaat, dan agar murid-muridnya tumbuh menjadi generasi soleh, cerdas, dan bermanfaat bagi bangsa dan agama,” Ucap Menag.
PPG Daljab 2025 merupakan bagian dari transformasi pendidikan nasional yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan integritas guru di semua jenjang. Diharapkan melalui program ini, para guru semakin siap menghadapi tantangan zaman, serta mampu mencetak generasi yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....