Begini Cara Pupuk Kaltim Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

  • 04 Agt 2025 08:30 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Upaya nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Melalui program Agrosolution, perusahaan ini berhasil mendorong peningkatan hasil panen padi para petani di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang ditandai dengan panen raya pada Sabtu (2/8/2025).

Dalam kegiatan tersebut, produktivitas lahan mengalami lonjakan signifikan — dari sebelumnya 7 ton per hektare menjadi 8,5 ton per hektare. Peningkatan ini tak lepas dari peran Agrosolution, yang memberikan dukungan menyeluruh kepada petani mulai dari pendampingan teknologi pertanian, akses permodalan, hingga asuransi tani.

"Agrosolution adalah bentuk komitmen kami untuk membantu petani mengelola lahan secara lebih optimal," ujar Vice President Pengelolaan Pelanggan Pupuk Kaltim Yusva Sulistyo, .

Ia menegaskan bahwa program ini dirancang agar petani tidak hanya mendapatkan pupuk secara tepat waktu, tetapi juga memperoleh edukasi dan dukungan lainnya secara terintegrasi.

Tak hanya itu, program ini juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait. Salah satunya adalah kerja sama dengan Koperasi Merah Putih, guna memperluas jangkauan pengembangan komoditas lain di Jombang.

"Kami optimis pendekatan ini bisa jadi percontohan nasional. Tujuan akhirnya, petani makin mandiri dan sejahtera, sesuai dengan visi ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto," kata Yusva.

Bupati Jombang, Warsubi, turut mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim. Menurutnya, Agrosolution menjadi contoh inovatif yang terbukti meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Ia berharap program serupa bisa diperluas ke lebih banyak desa dan wilayah.

"Ini angin segar bagi sektor pertanian. Inovasi seperti ini yang dibutuhkan petani kita saat ini," tutur Warsubi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani setempat, Slamet Zainuri, menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat. Dengan adanya pendampingan langsung, ia dan para petani lainnya merasa lebih percaya diri dalam mengelola lahan.

"Kami tak hanya diberi pupuk, tapi juga bimbingan, akses modal, hingga perlindungan. Harapannya, program ini bisa diterapkan juga untuk komoditas lain," ujar Slamet.

Dengan pendekatan menyeluruh yang diterapkan melalui Agrosolution, Pupuk Kaltim membuktikan bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga soal kemitraan, edukasi, dan keberlanjutan. Sebuah langkah konkret yang memberi dampak langsung bagi petani dan masa depan pertanian Indonesia.(Fry)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....