Pupuk Kaltim Siapkan 257 Ribu Ton Pupuk Subsidi
- 19 Mar 2025 10:58 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan memastikan ketersediaan pupuk bagi petani. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai swasembada pangan dan arahan dari Kementerian BUMN.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo, mengungkapkan bahwa perusahaan terus berupaya menyediakan pupuk berkualitas bagi petani di Indonesia.
"Sebagai salah satu produsen pupuk Urea terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, Pupuk Kaltim optimistis dapat memenuhi kebutuhan pupuk selama tahun 2025," ujarnya.
Hingga 16 Maret 2025, stok pupuk bersubsidi Pupuk Kaltim mencapai 257.212 ton, yang terdiri dari 215.430 ton Urea, 21.834 ton NPK Phonska, dan 19.948 ton NPK Kakao. Pupuk ini akan disalurkan ke wilayah yang menjadi tanggung jawab distribusi Pupuk Kaltim, yaitu Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Sementara itu, untuk pupuk NPK Formula Khusus, Pupuk Kaltim bertanggung jawab atas distribusinya di seluruh Indonesia.
Tahun ini, Pupuk Kaltim mendapat tugas menyalurkan 1.139.021 ton Urea, 370.742 ton NPK Phonska, dan 147.798 ton NPK Kakao dari total alokasi pupuk subsidi nasional sebesar 9,55 juta ton. Hingga pertengahan Maret 2025, perusahaan telah berhasil menyalurkan 222.040 ton pupuk subsidi, terdiri dari 155.068 ton Urea (14% dari total alokasi), 56.250 ton NPK Phonska (15% dari total alokasi), dan 10.722 ton NPK Formula Khusus (7% dari total alokasi).
Dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 3,43 juta ton untuk Urea dan 300.000 ton untuk NPK, Pupuk Kaltim yakin dapat memenuhi kebutuhan pupuk subsidi maupun nonsubsidi sepanjang 2025.
Selain memastikan ketersediaan pupuk, Pupuk Kaltim juga mendukung pengembangan industri petrokimia nasional. Salah satu langkah strategisnya adalah membangun pabrik soda ash pertama di Indonesia di kawasan industri PT Kaltim Industrial Estate, Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 300.000 metrik ton per tahun dan bertujuan mengurangi ketergantungan impor soda ash, yang banyak digunakan dalam industri kaca, tekstil, dan komoditas lainnya.
Selain itu, pabrik ini akan menghasilkan 300.000 metrik ton amonium klorida per tahun sebagai bahan baku pupuk dan mendukung ekonomi sirkular dengan menyerap 170.000 ton karbon dioksida (CO2) per tahun. Pabrik ini dijadwalkan beroperasi pada akhir 2027 dan akan menciptakan lebih dari 800 lapangan kerja, termasuk bagi tenaga kerja lokal.
"Pupuk Kaltim berkomitmen untuk berperan aktif dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung industri petrokimia dalam negeri. Melalui inovasi dan teknologi, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi program prioritas pemerintah," kata Soesilo.(Fry)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....