Eksplorasi Pegunungan Tilongkabila, Mapala Lomaya Gali Kearifan Lokal

  • 10 Mar 2024 10:45 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Lomaya dari Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tengah melakukan sebuah eksplorasi budaya yang menarik di Pegunungan Tilongkabila. Dalam kegiatan yang dilakukan di Desa Lomongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo tersebut, mereka menggali lebih dalam tentang toponimi dan budaya lokal yang melekat kuat di kawasan tersebut.

Rossalina Syufi, Ketua Umum Mapala Lomaya, menjelaskan bahwa tujuan dari telusur budaya ini adalah untuk merangkai kembali kekayaan budaya yang mungkin terlupakan di tengah arus modernisasi. "Kami dari Lomaya mengumpulkan data-data penting terkait pegunungan di Gorontalo, termasuk Pegunungan Tilongkabila," ungkap Rossalina, Ahad (10/3/24)

Dikutip dari Antara News, Telusur budaya ini melibatkan tiga tokoh masyarakat setempat sebagai narasumber utama, yakni Koni Gani, Ramsi Datun Sola, dan Kule Tenge. Menurut Koni Gani, salah satu pantangan yang sangat dipegang teguh oleh masyarakat setempat adalah larangan untuk berisik dan memaki-maki ketika berada di atas gunung. "Makian setan atau panggilan setan harus dihindari ketika berada di Pegunungan Tilongkabila," tandasnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh narasumber lainnya, Kule Tenge, yang menekankan pentingnya untuk tidak berteriak, mengeluh, atau memaki di atas gunung. "Kami mempercayai bahwa tindakan tersebut dapat menimbulkan kejadian tak terduga di kawasan pegunungan," tambahnya.

Telusur budaya ini tidak hanya sekadar menggali tentang larangan-larangan, namun juga menyelami kearifan lokal yang turun-temurun diwariskan dari generasi ke generasi. Aktivitas ini diharapkan dapat menjadi kontribusi positif dalam melestarikan budaya lokal sambil memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara manusia dan lingkungan alamnya.

Kegiatan telusur budaya ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memperkuat identitas budaya Gorontalo dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya bagi generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....