Ternyata Begini Asal Usul Martabak
- 17 Mei 2024 22:34 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Bagi masyarakat Indonesia, martabak bukanlah makanan yang asing lagi. Hampir di setiap sudut jalanan ada saja penjual martabak yang bisa anda temukan. Asal usul kata “martabak” berasal dari bahasa Arab, “mutabbaq”, yang berarti “terlipat.”
Martabak awalnya adalah makanan yang terdiri dari adonan yang diisi dengan berbagai bahan, kemudian dilipat dan digoreng. Timur Tengah telah lama mengenal varian martabak yang manis dan gurih, dengan isian daging, sayuran, dan rempah-rempah.
Martabak tiba di Indonesia melalui perjalanan sejarah perdagangan dan pertukaran budaya. Di tanah air, martabak mengalami penyesuaian dengan bahan-bahan dan selera lokal. Berbagai komunitas etnis, seperti Tionghoa, Arab, dan Melayu, turut memberikan pengaruh pada transformasi martabak.
Di Indonesia ada dua jenis martabak, yakni Martabak Asin atau Telur dan Martabak Manis atau yang dikenal dengan nama "terang bulan". Di kutip dari martabakpizzaorins.com Keduanya jenis martabak ini ternyata punya sejarahnya masing-masing lho
1. Martabak Telur
Pada tahun 1930 ada seorang pemuda India bernama Abdullah bin Hasan Almalibary yang berkenalan dengan pemuda asal Lebaksiu, Tegal, bernama Ahmad bin Kyai Abdul Karim. Keduanya bertemu di Semarang, dan sejak itu mereka berdua menjadi sahabat. Singkat cerita, Abdullah memperkenalkan makanan India yang terbuat dari adonan terigu bernama Moortaba tersebut kepada keluarga Ahmad di Tegal. Karena banyak yang menyukainya, akhirnya mereka berdua memberi sedikit variasi dalam mengubah makanan tersebut. Kemudian terciptalah nama Martabak yang sangat berbeda dengan aslinya dari India.
Martabak ini awalnya populer di Lebaksiu, lalu akhirnya banyak masyarakat sana yang merantau ke beberapa kota di Jawa untuk berdagang Martabak terutama pada saat ada kegiatan pasar malam. Akhirnya makanan modifikasi dari India tersebut menyebar luas di tanah air.
2. Martabak Manis
Martabak manis ini merupakan makanan khas Bangka Belitung yang diciptakan warga keturunan Tionghoa (Hakka atau Khek). Nama asli makanan ini adalah Hok Lo Pan yang berarti kue orang Hok Lo.
Taburan Hok Lo Pan dulunya hanya berupa gula dan wijen sangrai. Kini, kamu bisa menemukan berabagai rasa martabak manis yang sesuai dengan seleramu. Tak lagi hanya dengan taburan cokelat, kacang dan keju. Kamu bisa menikmati martabak manis dengan rasa-rasa unik seperti green tea, blueberi, oreo cheese dan red velvet.
Seiring berjalannya waktu, makanan ini semakin dikenal banyak orang dan menyebar hingga ke luar Kota Bangka. Hok Lo Pan kemudian dikenal dengan sebutan kue rembulan (terang bulan) karena bentuknya yang bulat dan berwarna kuning. Hingga saat ini, beberapa daerah menyebut martabak manis sebagai kue terang bulan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....