Bitule, Ubi Hutan Cadangan Makanan Saat Paceklik
- 15 Jan 2024 08:16 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo - Bitule, sebuah jenis ubi hutan yang tumbuh di berbagai wilayah Gorontalo, mendapatkan perhatian unik sebagai cadangan makanan warga setempat saat musim kemarau. Meskipun memiliki tingkat keberacunan tertentu, Bitule telah menjadi sumber pangan alternatif yang diandalkan oleh masyarakat dalam mengatasi keterbatasan pasokan makanan selama musim kemarau.
Bitule, yang memiliki nama ilmiah Dioscorea hispida, ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan Gorontalo. Ubi ini memiliki rasa yang pahit dan dikenal mengandung senyawa kimia yang beracun jika tidak diolah dengan benar. Namun, dengan penanganan yang cermat, masyarakat setempat telah mampu menjadikan Bitule sebagai bagian penting dalam pola makan mereka.
Bapak Ahmad, seorang petani lokal di Desa Juriati Monano, Kabupaten Gorontalo Utara, menjelaskan bagaimana Bitule menjadi solusi di masa sulit. "Saat musim kemarau, pasokan pangan kami terbatas. Bitule adalah pilihan terbaik karena bisa bertahan di kondisi cuaca ekstrem, dan dengan cara memasak yang benar, kita dapat meminimalkan risiko racun," ujarnya.
Getah ubi bitule mengandung zat toksik yang dapat terhidrolisis hingga terbentuk asam sianida (HCN). Efek HCN yang dirasakan kala memakan ubi hutan tanpa pengolahan baik, akan merasakan, pusing, muntah darah. Untuk pengolahan bitule, warga Gorontalo biasanya umbi diiris tipis dan direndam dengan air campuran tanah. Setelah itu, ubi bitule direndam selama berhari-hari dengan air garam, lalu dikeringkan.
Tujuan perendaman tersebut, untuk menghilangkan getah beracun yang ada dalam ubi hutan itu. Setelah melalui proses tersebut, bitule sudah siap untuk dikonsumsi. Biasanya, bitule diolah dengan cara direbus lalu dimakan dengan parutan kelapa. Selain itu ada juga yang digoreng lalu dicampurkan dengan gula aren. "Mulai dari keripik hingga jadi nasi pengganti beras. Pada masa-masa paceklik, bitule makanan alternatif pengganti beras," ia menandaskan.
Bitule menjadi contoh unik bagaimana masyarakat lokal dapat memanfaatkan sumber daya alam setempat sebagai solusi untuk mengatasi tantangan pangan di musim kemarau. Melalui pendekatan yang bijak dan edukasi yang baik, Bitule tidak hanya menjadi cadangan makanan, tetapi juga memperlihatkan kearifan lokal dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....