Sakit Perut? Ini Makanan yang Disarankan Ahli Gizi

  • 22 Sep 2026 15:07 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Ahli gizi menyarankan makanan lembut seperti pisang, nasi putih, ayam, telur, dan oat saat sakit perut.
  • Kefir, jahe, dan makanan prebiotik dapat membantu mendukung kesehatan sistem pencernaan.
  • Gorengan, makanan pedas, alkohol, dan makanan tinggi serat berlebihan perlu dibatasi saat perut bermasalah.

RRI.CO.ID, Gorontalo - Ahli gizi menyarankan makanan lembut saat perut terasa tidak nyaman. Pilihan makanan tepat membantu tubuh tetap mendapat nutrisi.

Saat mengalami sakit perut atau mual, banyak orang memilih mengurangi makan karena khawatir kondisi semakin buruk. Namun, para ahli menjelaskan bahwa membiarkan perut kosong justru dapat memperparah rasa tidak nyaman pada sebagian orang.

Ahli gizi menjelaskan bahwa makanan dengan tekstur lembut, rasa sederhana, dan mudah dicerna dapat menjadi pilihan ketika sistem pencernaan sedang sensitif. Jenis makanan tersebut membantu tubuh memperoleh energi tanpa memberikan beban berlebih pada saluran pencernaan.

Joy Bauer, MS, RDN, CDN, menjelaskan bahwa makanan hambar dan tidak asam sering direkomendasikan saat seseorang mengalami mual. Namun, pola makan tertentu tidak boleh diterapkan terlalu lama karena tubuh tetap membutuhkan variasi nutrisi.

Salah satu pola makan yang pernah banyak digunakan adalah diet BRAT. Pola ini terdiri dari pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang, tetapi para profesional kesehatan kini menilai pola tersebut kurang lengkap jika dilakukan lebih dari satu hari.

Selain makanan dalam diet BRAT, ahli gizi juga merekomendasikan pilihan lain seperti oatmeal, kentang, dada ayam, dan telur. Makanan tersebut dinilai mampu memberikan nutrisi penting sekaligus lebih mudah diterima sistem pencernaan.

Pilihan makanan saat sakit perut perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Sebagian orang merasa lebih nyaman setelah makan, sementara sebagian lainnya justru mengalami peningkatan keluhan setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Selain mengetahui makanan yang dapat membantu, masyarakat juga perlu memahami jenis makanan yang sebaiknya dibatasi. Makanan berminyak, pedas, tinggi serat, dan alkohol dapat memperburuk gangguan pencernaan pada sebagian orang.

Pilihan Makanan yang Lebih Bersahabat untuk Perut

Kefir

Kefir rendah gula menjadi salah satu pilihan minuman fermentasi yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam sistem pencernaan.

Kefir menjadi salah satu pilihan minuman yang dapat dikonsumsi ketika perut terasa tidak nyaman. Minuman susu fermentasi ini memiliki rasa asam dan segar dengan tekstur yang lebih encer dibandingkan produk fermentasi susu lainnya.

Ahli diet Stefani Sassos menjelaskan bahwa kefir mengandung beragam probiotik yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus. Bakteri baik dalam kefir berperan mendukung kondisi saluran pencernaan agar tetap sehat.

Selain membantu keseimbangan bakteri usus, kefir juga disebut dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Kandungan probiotiknya dinilai membantu tubuh menghadapi gangguan tertentu yang berkaitan dengan kondisi mikrobioma pencernaan.

Meski demikian, ahli menyarankan memilih kefir dengan kandungan gula rendah. Produk dengan kadar gula lebih tinggi dapat memperburuk keluhan tertentu pada sebagian orang yang sedang mengalami gangguan pencernaan.

Kacang Hijau

Kacang hijau rebus menjadi pilihan sayuran lembut yang lebih mudah dicerna saat perut mengalami gangguan.

Kacang hijau menjadi salah satu pilihan makanan yang dapat dikonsumsi ketika kondisi perut sedang sensitif. Namun, cara pengolahan menjadi faktor penting agar makanan lebih mudah diterima oleh sistem pencernaan.

Ahli gizi menjelaskan bahwa sayuran yang dimasak seperti direbus atau dikukus cenderung lebih mudah dicerna dibandingkan sayuran mentah. Proses pemasakan membuat tekstur makanan menjadi lebih lunak sehingga tidak terlalu membebani saluran cerna.

Menurut Stefani Sassos, sayuran yang dimasak tetap dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi normal dan membantu melawan kondisi yang membuat tubuh kurang nyaman.

Saat mengalami sakit perut, masyarakat dapat memilih makanan sederhana dengan tekstur lembut. Kacang hijau yang diolah tanpa tambahan bumbu berlebihan dapat menjadi salah satu alternatif makanan ringan.

Saus Apel

Saus apel dengan tekstur lembut membantu memberikan asupan ringan ketika sistem pencernaan sedang sensitif.

Saus apel menjadi makanan yang sering dipilih ketika sistem pencernaan membutuhkan asupan ringan. Teksturnya yang lembut membuat makanan ini lebih mudah dikonsumsi dibandingkan buah dengan tekstur lebih keras.

Ahli gizi Jessica Stamm menjelaskan bahwa saus apel dapat membantu mengembalikan fungsi perut karena mudah dicerna. Makanan ini tetap memberikan nutrisi penting seperti pektin dan kalium.

Pektin merupakan jenis serat yang membantu fungsi pencernaan, sedangkan kalium berperan sebagai elektrolit yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kandungan tersebut membuat saus apel tetap memiliki nilai nutrisi meskipun teksturnya sederhana.

Saus apel juga termasuk dalam pola makan BRAT yang dahulu banyak direkomendasikan saat mengalami gangguan pencernaan. Namun, ahli mengingatkan bahwa pola tersebut tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi jika dilakukan dalam waktu lama.

Wortel

Wortel matang menjadi pilihan sayuran bernutrisi yang lebih mudah dicerna saat perut tidak nyaman.

Wortel yang dimasak menjadi pilihan sayuran yang lebih mudah diterima tubuh ketika perut sedang bermasalah. Pengolahan dengan cara memasak membantu mengubah tekstur wortel menjadi lebih lunak.

Ahli gizi Jessica Stamm menyebut memasak sayuran seperti wortel atau bayam dapat membuat makanan lebih mudah dicerna. Sayuran tersebut juga dapat dikombinasikan dengan makanan lain seperti telur orak-arik atau sup berbahan dasar kaldu.

Wortel matang memberikan pilihan makanan yang tetap mengandung nutrisi saat seseorang harus membatasi jenis makanan tertentu. Teksturnya yang lembut membuatnya lebih sesuai dibandingkan sayuran mentah ketika sistem pencernaan sedang sensitif.

Nasi Putih

Nasi putih hangat menjadi pilihan makanan sederhana yang lebih mudah dicerna ketika perut sedang sensitif.

Nasi putih menjadi salah satu makanan yang umum dikonsumsi ketika seseorang mengalami gangguan perut. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang netral membuat makanan ini lebih mudah diterima oleh tubuh.

Ahli gizi menjelaskan bahwa ketika perut sedang tidak nyaman, makanan dengan serat lebih rendah sering menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan makanan tinggi serat. Nasi putih memiliki kandungan serat lebih rendah sehingga lebih mudah dicerna.

Selain mudah dicerna, nasi putih juga memiliki rasa yang hambar sehingga tidak terlalu merangsang sistem pencernaan. Kondisi tersebut membuat nasi putih sering dipilih sebagai makanan dasar ketika seseorang mengalami mual atau sakit perut.

Nasi putih dapat dikombinasikan dengan lauk sederhana seperti ayam tanpa bumbu berlebihan atau telur. Kombinasi tersebut membantu tubuh memperoleh energi dan protein tanpa memberikan beban besar pada pencernaan.

Ayam

Dada ayam yang dimasak sederhana menjadi sumber protein ringan yang lebih mudah dicerna saat kondisi perut tidak nyaman.

Ayam menjadi salah satu pilihan sumber protein yang lebih mudah diterima tubuh ketika seseorang mengalami sakit perut atau kondisi kurang sehat. Meskipun tubuh membutuhkan protein untuk mendukung pemulihan, jenis protein yang dipilih perlu diperhatikan agar tidak memperberat kerja sistem pencernaan.

Ahli gizi menjelaskan bahwa makanan seperti ayam atau ikan lebih mudah dicerna dibandingkan daging merah yang memiliki kandungan lemak lebih tinggi. Karena itu, ayam yang dimasak sederhana tanpa banyak bumbu dapat menjadi pilihan ketika nafsu makan menurun.

Jessica Stamm menyebut protein tanpa bumbu berlebih dapat menjadi tambahan yang baik untuk makanan sederhana seperti nasi putih atau ubi panggang. Kombinasi tersebut membantu memenuhi kebutuhan energi dan protein tanpa membuat perut terasa terlalu penuh.

Saat mengalami gangguan pencernaan, cara pengolahan ayam juga perlu diperhatikan. Ayam goreng dengan banyak minyak atau bumbu berat sebaiknya dihindari karena makanan berlemak dapat lebih sulit dicerna.

Pisang

Pisang menjadi pilihan makanan lembut yang mudah dicerna dan sering dikonsumsi saat perut terasa tidak nyaman.

Pisang menjadi salah satu makanan yang banyak direkomendasikan ketika seseorang mengalami mual atau gangguan pencernaan ringan. Buah ini memiliki tekstur lembut dan mudah dikonsumsi tanpa banyak proses pengolahan.

Ahli gizi Julie Upton menjelaskan bahwa pisang mudah dicerna dan dianggap tidak banyak mengiritasi lambung serta saluran pencernaan bagian atas. Hal tersebut membuat pisang menjadi pilihan yang nyaman bagi sebagian orang ketika kondisi perut sedang sensitif.

Selain mudah dicerna, pisang juga mengandung serat yang membantu menjaga sistem pencernaan tetap teratur. Buah ini juga disebut dapat membantu pemulihan setelah diare, sementara kandungan vitamin B6 dan magnesium di dalamnya berperan dalam mendukung fungsi tubuh.

Pisang juga menjadi salah satu komponen dalam diet BRAT yang dahulu sering digunakan untuk membantu pemulihan gangguan pencernaan. Namun, konsumsi tetap perlu dikombinasikan dengan makanan bergizi lain agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.

Roti Panggang Putih

Roti panggang putih dapat menjadi camilan ringan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat perut kosong.

Roti panggang putih menjadi pilihan makanan ringan ketika seseorang mengalami mual atau kehilangan selera makan. Teksturnya sederhana dan kandungan seratnya lebih rendah dibandingkan roti dengan bahan biji-bijian utuh.

Ahli gizi Julie Upton menjelaskan bahwa membiarkan perut kosong saat merasa mual dapat membuat kondisi semakin tidak nyaman. Mengonsumsi makanan ringan seperti roti tawar atau biskuit soda dalam jumlah kecil dapat membantu memberikan isi pada lambung.

Karbohidrat sederhana dalam roti panggang putih lebih cepat dicerna karena mengandung lebih sedikit serat, protein, dan lemak. Kandungan tersebut membuat makanan tidak terlalu lama berada di lambung sehingga lebih sesuai ketika sistem pencernaan sedang sensitif.

Meski demikian, roti panggang putih sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sementara. Tubuh tetap membutuhkan sumber protein, vitamin, dan mineral dari makanan lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

Telur

Telur Rebus menjadi sumber protein ringan yang lebih mudah diterima tubuh saat sistem pencernaan terganggu.

Telur menjadi salah satu sumber protein yang dapat dipilih ketika tubuh membutuhkan asupan tetapi kondisi perut belum sepenuhnya nyaman. Makanan ini memiliki tekstur lembut dan dapat diolah dengan cara sederhana.

Ahli gizi Jaclyn London menjelaskan bahwa sumber protein tinggi lemak seperti daging olahan, daging merah, dan makanan gorengan dapat menyebabkan refluks pada sebagian orang. Sebagai alternatif, telur dinilai lebih mudah dicerna dan membantu memenuhi kebutuhan protein tanpa membuat perut cepat terasa penuh.

Cara pengolahan telur menjadi faktor penting ketika mengalami gangguan pencernaan. Telur rebus atau telur matang tanpa tambahan minyak berlebihan dapat menjadi pilihan yang lebih ringan dibandingkan telur yang digoreng dengan banyak lemak.

Kandungan protein dalam telur membantu tubuh tetap memperoleh zat gizi penting ketika seseorang sedang mengurangi konsumsi makanan berat. Karena itu, telur sering menjadi pilihan dalam menu pemulihan sederhana.

Oat

Semangkuk oat hangat menjadi pilihan makanan lembut yang membantu mendukung kesehatan pencernaan.

Oat menjadi salah satu makanan yang dapat membantu menjaga kenyamanan sistem pencernaan. Makanan berbahan gandum ini mengandung serat larut yang memiliki peran dalam proses pencernaan.

Ahli gizi Jaclyn London menjelaskan bahwa serat larut dari oat dapat menarik air ke dalam saluran pencernaan dan membantu pergerakan makanan melalui tubuh. Kandungan tersebut membuat oat menjadi pilihan yang dapat mendukung fungsi pencernaan.

Namun, konsumsi oat tetap perlu dilakukan secara bertahap dan tidak berlebihan. Ahli mengingatkan bahwa makan terlalu banyak dapat memperburuk rasa mual, kembung, sakit perut, atau produksi gas pada sebagian orang.

Oat dapat dikonsumsi dalam bentuk bubur hangat dengan tambahan sederhana. Teksturnya yang lembut membuatnya cocok sebagai alternatif makanan ketika tubuh membutuhkan asupan yang lebih ringan.

Tomat

Tomat segar menjadi salah satu sumber makanan prebiotik yang mendukung keseimbangan bakteri baik dalam saluran pencernaan.

Tomat menjadi salah satu makanan yang termasuk dalam kelompok prebiotik, yaitu makanan yang membantu memberikan nutrisi bagi bakteri baik di dalam saluran pencernaan. Kandungan alami dalam tomat dapat mendukung keseimbangan lingkungan usus.

Ahli gizi Jaclyn London menjelaskan bahwa makanan prebiotik seperti buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat membantu "memberi makan" bakteri baik dalam sistem pencernaan. Kondisi tersebut berperan dalam menjaga kesehatan mikrobioma usus.

Dengan mendukung aktivitas bakteri baik, makanan prebiotik disebut dapat membantu meningkatkan kekebalan usus dan mengurangi risiko beberapa gangguan pencernaan. Selain tomat, sumber prebiotik lain yang disebutkan meliputi sawi putih, bawang bombai, asparagus, dan gandum.

Meski memiliki manfaat bagi tubuh, konsumsi tomat tetap perlu disesuaikan dengan kondisi setiap orang. Pada sebagian orang yang memiliki sensitivitas terhadap makanan tertentu, respons tubuh dapat berbeda.

Ubi Jalar

Ubi jalar matang menjadi sumber energi dan mineral yang dapat dikonsumsi saat tubuh membutuhkan makanan lembut.

Ubi jalar menjadi pilihan makanan yang dapat memberikan energi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan mineral tubuh. Teksturnya yang lembut setelah dimasak membuat makanan ini relatif mudah dikonsumsi ketika kondisi perut sedang kurang nyaman.

Makanan yang kaya mineral seperti kalsium, magnesium, dan kalium disebut dapat membantu mengurangi rasa kembung dengan menjaga keseimbangan natrium dalam tubuh. Mineral tersebut juga memiliki fungsi penting dalam sistem pencernaan.

Kalsium berperan dalam kontraksi otot polos yang membantu pergerakan makanan melalui saluran pencernaan. Sementara itu, kalium membantu mengatur keseimbangan cairan dan magnesium berperan dalam mengaktifkan enzim yang dibutuhkan tubuh untuk memecah makanan.

Ubi jalar dapat dikonsumsi dengan cara sederhana seperti dikukus atau dipanggang. Pengolahan tersebut membantu mempertahankan tekstur lembut sehingga lebih sesuai untuk kondisi pencernaan yang sensitif.

Jahe

Teh jahe hangat menjadi pilihan alami yang sering digunakan untuk membantu meredakan rasa mual.

Jahe menjadi salah satu bahan alami yang sering digunakan untuk membantu mengurangi rasa mual. Penggunaannya dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari teh jahe hingga produk olahan jahe lainnya.

Ahli gizi Julie Upton menjelaskan bahwa jahe telah diteliti dan menunjukkan potensi membantu meredakan mual serta muntah. Jahe juga sering direkomendasikan untuk kondisi tertentu seperti mual di pagi hari dan mual akibat kemoterapi.

Konsumsi jahe dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang yang mengalami gangguan perut ringan. Teh jahe hangat juga sering dipilih karena memberikan sensasi nyaman ketika tubuh sedang kurang fit.

Namun, penggunaan jahe tetap perlu disesuaikan dengan kondisi individu. Pada gangguan pencernaan tertentu, seseorang sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mencoba pengobatan atau konsumsi tambahan tertentu.

Air Putih

Air putih membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung fungsi sistem pencernaan.

Selain memperhatikan makanan, menjaga kecukupan cairan menjadi bagian penting ketika mengalami gangguan pencernaan. Kekurangan cairan dapat membuat tubuh semakin tidak nyaman dan berpengaruh terhadap fungsi sistem pencernaan.

Ahli menjelaskan bahwa dehidrasi sering berkaitan dengan masalah seperti sembelit. Mengonsumsi minuman tanpa pemanis seperti air putih atau teh dapat membantu menjaga kelancaran proses pencernaan.

Joy Bauer menyebut menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu pencernaan serta mengurangi masalah seperti gas dan sembelit. Banyak orang membutuhkan setidaknya delapan cangkir cairan per hari, meskipun kebutuhan setiap orang dapat berbeda.

Saat mengalami sakit perut, air putih menjadi pilihan paling sederhana karena tidak memberikan tambahan gula, kafein, maupun bahan lain yang berpotensi mengganggu kondisi tertentu.

Kopi

Kopi dapat membantu sebagian orang yang mengalami sembelit, tetapi perlu dibatasi pada kondisi tertentu.

Kopi memiliki manfaat tertentu bagi sebagian orang yang mengalami masalah sembelit. Kandungan kafein dan senyawa alami dalam kopi dapat membantu merangsang aktivitas saluran pencernaan pada kondisi tertentu.

Ahli gizi Jaclyn London menjelaskan bahwa penelitian menunjukkan kafein dan antioksidan nabati dalam kopi dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar. Namun, manfaat tersebut tidak berlaku untuk semua kondisi gangguan perut.

Kopi sebaiknya dihindari oleh orang yang sensitif terhadap kafein, sedang mengalami mual, atau memiliki gangguan refluks yang tidak berkaitan dengan sembelit. Tamara Duker Freuman menyebut kopi bukan pilihan yang baik bagi orang dengan gangguan asam lambung.

Karena itu, konsumsi kopi perlu mempertimbangkan kondisi tubuh masing-masing. Minuman yang bermanfaat bagi seseorang belum tentu memberikan efek yang sama bagi orang lain.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sakit Perut

Selain memilih makanan yang lebih mudah dicerna, masyarakat juga perlu mengetahui jenis makanan yang dapat memperburuk kondisi perut. Ahli gizi menyebut beberapa makanan tertentu dapat memicu kembung, refluks, diare, atau gangguan pencernaan lainnya.

Makanan Berminyak dan Gorengan

Makanan berlemak dan gorengan termasuk jenis makanan yang perlu dibatasi ketika perut sedang bermasalah. Kandungan lemak tinggi membuat makanan lebih sulit dicerna tubuh.

Joy Bauer menjelaskan bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dapat menyebabkan diare dan kembung pada sebagian orang.

Makanan Pedas

Makanan pedas dapat memicu gangguan pencernaan tertentu pada sebagian orang. Rasa pedas yang kuat dapat memperburuk keluhan seperti refluks, gangguan pencernaan, dan diare.

Makanan Tinggi Serat Berlebihan

Makanan tinggi serat sebenarnya memiliki manfaat kesehatan, tetapi konsumsi berlebihan saat kondisi pencernaan terganggu dapat menimbulkan masalah. Makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan beberapa sayuran dapat menyebabkan gas atau kembung.

Minuman Beralkohol

Alkohol termasuk minuman yang dapat mengganggu sistem pencernaan. Konsumsinya dapat memengaruhi sekresi asam lambung dan meningkatkan risiko gangguan seperti refluks.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....