Tujuh Kue, 7 Cerita Budaya

  • 17 Sep 2026 06:54 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID,Gorontalo - Indonesia tidak hanya dikenal dengan kekayaan budaya dan tradisinya, tetapi juga memiliki beragam kuliner tradisional yang sarat cerita sejarah. Salah satunya adalah kue-kue tradisional yang hingga kini masih mudah ditemukan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Dilansir dari herworld.co.id, sejumlah kue populer di Indonesia ternyata memiliki latar belakang dan perjalanan sejarah yang menarik. Mulai dari klepon yang identik dengan Jawa hingga kue cucur yang dikenal luas di sejumlah wilayah Asia Tenggara.

Pertama, klepon. Kue berbentuk bulat berwarna hijau ini diperkirakan berasal dari Jawa. Warna hijaunya secara tradisional berasal dari daun pandan, sementara gula merah cair di bagian dalam menjadi ciri khas yang memberikan sensasi manis ketika klepon digigit. Penggunaan bahan-bahan alami juga menunjukkan kedekatan kuliner tradisional Jawa dengan lingkungan sekitarnya.

Kedua, kue lumpur. Kue dengan tekstur lembut dan sedikit lembap ini diyakini mendapat pengaruh dari kue custard Portugis pada masa kolonial. Perpaduan kentang, santan, dan telur kemudian menghasilkan cita rasa yang berkembang sesuai selera masyarakat Nusantara. Nama kue lumpur sendiri dikaitkan dengan teksturnya yang lembut dan menyerupai lumpur.

Ketiga, getuk. Kue berbahan dasar singkong ini menjadi salah satu makanan tradisional yang lekat dengan masyarakat Jawa Tengah. Singkong dahulu menjadi bahan pangan penting, terutama ketika masyarakat menghadapi keterbatasan beras. Kreativitas dalam mengolah singkong kemudian melahirkan getuk yang terus bertahan dan berkembang hingga sekarang.

Keempat, kue putu. Kue yang identik dengan warna hijau, aroma pandan, taburan kelapa, serta isian gula merah ini diperkirakan memiliki akar dari hidangan Tiongkok bernama fa gao. Dalam perkembangannya di Nusantara, kue putu mengalami adaptasi, termasuk penggunaan bambu sebagai cetakan dan gula merah sebagai isian.

Kelima, lemper. Sajian berbahan beras ketan dengan isian ayam atau abon ini disebut memiliki keterkaitan dengan tradisi keraton Jawa. Pada masa lalu, lemper menjadi salah satu sajian yang dianggap istimewa. Kini, lemper telah menjadi kudapan yang mudah ditemukan dalam berbagai acara, mulai dari hajatan hingga pertemuan keluarga.

Keenam, nagasari. Kue berbahan tepung beras, santan, dan pisang yang dibungkus daun pisang ini kerap hadir dalam berbagai acara adat dan tradisi masyarakat. Nagasari juga dipercaya memiliki makna simbolis berupa harapan dan keberkahan. Perkembangannya berkaitan dengan tradisi masyarakat pesisir Jawa.

Ketujuh, kue cucur. Kue tradisional dengan bentuk khas dan tekstur berserat ini tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga tersebar di sejumlah negara Asia Tenggara. Di Indonesia, kue cucur memiliki tempat penting dalam tradisi masyarakat, termasuk Betawi dan Bali. Bentuknya yang menyerupai bunga juga kerap dimaknai sebagai simbol keindahan dan kesederhanaan.

Beragam kue tersebut menunjukkan bahwa kuliner tradisional bukan sekadar makanan. Di balik rasa, bentuk, dan bahan yang digunakan, terdapat perjalanan sejarah, pengaruh budaya, kreativitas masyarakat, hingga nilai-nilai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itu, melestarikan kue tradisional juga berarti menjaga cerita dan identitas budaya yang melekat di dalamnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....