Putih Telur atau Telur Utuh, Mana yang Lebih Sehat?

  • 15 Sep 2026 13:44 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Putih telur kaya protein, rendah kalori, dan tidak mengandung kolesterol.
  • Kuning telur menyimpan sebagian besar vitamin, mineral, kolin, serta antioksidan penting.
  • Telur utuh dan putih telur sama-sama bermanfaat, tergantung kebutuhan kesehatan seseorang.

RRI.CO.ID, Gorontalo - Putih telur sering dianggap pilihan paling sehat karena rendah kalori dan bebas kolesterol. Namun, membuang kuning telur berarti kehilangan sebagian nutrisi penting yang membuat telur menjadi makanan lebih lengkap.

Selama bertahun-tahun, banyak orang memilih hanya makan putih telur karena takut kolesterol. Kebiasaan tersebut muncul karena anggapan bahwa kuning telur dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Namun, pandangan mengenai telur kini lebih berkembang. Dilansir dari Martha Stewart, putih telur dan telur utuh memiliki manfaat berbeda sehingga pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan kesehatan setiap orang.

Putih Telur vs Telur Utuh

Putih telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi dengan kandungan kalori yang rendah. Bagian ini sebagian besar terdiri dari air dan protein, serta hampir tidak mengandung lemak dan kolesterol.

Satu putih telur berukuran besar menyediakan sekitar 3,5 hingga 4 gram protein. Karena rendah kalori, putih telur sering digunakan oleh orang yang ingin meningkatkan asupan protein tanpa menambah banyak lemak.

Meski begitu, putih telur tidak memiliki banyak variasi nutrisi seperti telur utuh. Sebagian besar vitamin dan mineral dalam telur justru terdapat pada bagian kuningnya.

Ahli gizi Michelle Routhenstein menjelaskan bahwa kuning telur mengandung berbagai nutrisi penting seperti kolin, vitamin B12, vitamin D, selenium, yodium, zat besi, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin.

Dari sisi protein, telur utuh juga memberikan jumlah yang lebih besar. Satu telur utuh berukuran besar mengandung sekitar 6 hingga 7 gram protein, sedangkan putih telur hanya menyediakan sebagian dari jumlah tersebut.

Bagaimana dengan Kolesterol?

Kandungan kolesterol pada kuning telur menjadi alasan utama banyak orang menghindarinya. Namun, para ahli menyebut hubungan antara kolesterol makanan dan kadar kolesterol darah tidak sesederhana yang dulu dipercaya.

Susan K. White, RDN, LD, mengatakan lemak makanan memiliki pengaruh lebih besar terhadap kadar kolesterol darah dibandingkan kolesterol dari makanan. Terutama lemak jenuh dan lemak trans yang perlu lebih diperhatikan.

Artinya, bukan hanya telur yang perlu diperhatikan, tetapi juga makanan yang dikonsumsi bersama telur. Telur dengan sayuran dan roti gandum tentu berbeda dibandingkan telur yang dimasak bersama makanan tinggi lemak jenuh.

Bagi sebagian besar orang sehat, mengonsumsi telur dalam jumlah wajar masih dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Kondisi kesehatan dan pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor utama.

Kapan Pilih Putih Telur?

Putih telur dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mendapatkan tambahan protein dengan kalori dan lemak lebih rendah. Pilihan ini sering digunakan dalam menu diet tinggi protein.

Putih telur juga dapat dipertimbangkan bagi orang yang mendapat anjuran tenaga kesehatan untuk membatasi asupan kolesterol. Misalnya, mereka yang memiliki kadar LDL tinggi atau risiko penyakit jantung tertentu.

Namun, membatasi kolesterol bukan berarti harus menghilangkan kuning telur sepenuhnya. Routhenstein menyarankan memperhatikan jumlah dan frekuensi konsumsi telur sesuai kondisi masing-masing orang.

Pilihan yang Lebih Seimbang

Salah satu pilihan praktis adalah menggabungkan telur utuh dengan tambahan putih telur. Cara ini memungkinkan seseorang mendapatkan nutrisi dari kuning telur sekaligus meningkatkan asupan protein.

Misalnya, satu telur utuh ditambah beberapa putih telur dapat menjadi menu tinggi protein tanpa menambah kalori sebanyak mengonsumsi beberapa telur utuh sekaligus.

Pada akhirnya, putih telur dan telur utuh bukan pilihan yang harus dipertentangkan. Keduanya memiliki manfaat masing-masing dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat sesuai kebutuhan tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....