Uniknya Teh Talua, Teh Telur dari Padang
- 30 Agt 2026 12:20 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Teh biasanya identik dengan gula, susu, atau perasan lemon. Namun, di Sumatera Barat terdapat minuman tradisional dengan racikan yang cukup tidak biasa, yakni Teh Talua. Dalam bahasa Minangkabau, talua berarti telur. Minuman ini dikenal sebagai teh telur dan menjadi salah satu bagian dari kekayaan kuliner masyarakat Sumatera Barat. Bahkan, Teh Talua Sumatera Barat telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui SK Nomor 372/M/2021.
Keunikan utama Teh Talua terletak pada penggunaan kuning telur sebagai salah satu bahan pokoknya. Kuning telur dipisahkan dari putih telur, kemudian dikocok hingga mengembang, kental, dan menghasilkan buih berwarna lebih pucat. Dalam penyajian tradisional, telur biasanya dikocok bersama gula sebelum dituangkan teh panas. Perasan jeruk nipis kemudian ditambahkan untuk memberikan rasa segar sekaligus membantu mengurangi aroma amis telur.
Bahan yang diperlukan untuk membuatnya pun relatif sederhana. Satu porsi dapat dibuat menggunakan satu kuning telur ayam atau bebek, satu sendok makan madu, satu kantong teh hitam, sedikit jeruk nipis, dan air mendidih. Penggunaan madu merupakan salah satu variasi penyajian, sementara resep tradisional yang didokumentasikan Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat umumnya menggunakan gula sebagai pemanis. Sebagian penyaji juga menambahkan susu kental manis sesuai selera.
Cara membuat Teh Talua dimulai dengan mengocok kuning telur hingga teksturnya mengembang dan berbusa. Setelah itu, madu atau pemanis ditambahkan dan diaduk sampai tercampur rata. Teh hitam kemudian diseduh hingga cukup pekat dan dituangkan secara perlahan ke dalam kocokan telur sambil terus diaduk. Tahap terakhir adalah menambahkan sedikit perasan jeruk nipis sehingga tercipta perpaduan rasa manis, gurih, kuatnya teh, dan kesegaran jeruk.
Pada masa lalu, proses mengocok kuning telur untuk membuat Teh Talua dilakukan menggunakan seikat lidi yang telah dibersihkan. Seiring perkembangan zaman, alat pengocok modern semakin banyak digunakan karena lebih praktis. Meski teknik pembuatannya berubah, karakter minuman ini tetap dipertahankan, termasuk tekstur lembut dari telur dan cita rasa khas teh yang berpadu dengan jeruk nipis.
Secara tradisional, masyarakat Sumatera Barat mengenal Teh Talua sebagai minuman yang dipercaya dapat membantu memulihkan tenaga setelah beraktivitas. Telur dan madu memang dapat memberikan energi serta sejumlah zat gizi, sementara teh mengandung kafein. Penelitian dan tinjauan ilmiah menunjukkan kafein dapat memberikan efek akut terhadap perhatian pada orang dewasa sehat, meski efeknya bergantung pada dosis dan kondisi individu. Temuan tersebut tidak berarti Teh Talua secara khusus terbukti sebagai minuman penambah stamina secara medis.
Ada pula hal yang perlu diperhatikan dari sisi keamanan pangan. Karena kuning telur dalam resep tradisional tidak selalu dimasak secara langsung, penggunaan telur mentah atau kurang matang dapat membawa risiko Salmonella. FDA merekomendasikan penggunaan telur yang telah dipasteurisasi untuk makanan atau minuman yang disajikan dengan telur mentah atau kurang matang. Risiko penyakit akibat Salmonella juga lebih serius pada kelompok tertentu, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Teh Talua pada akhirnya bukan sekadar minuman dengan bahan yang tidak biasa. Di balik perpaduan teh, telur, pemanis, dan jeruk nipis, terdapat tradisi kuliner yang terus bertahan dan menjadi bagian dari identitas Sumatera Barat. Jadi, jika suatu saat berkunjung ke Padang dan menemukan segelas teh dengan lapisan telur yang mengembang di atasnya, tidak perlu heran. Justru kombinasi itulah yang membuat Teh Talua begitu khas dan berbeda dari sajian teh pada umumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....