Menjelajahi Lezatnya Empat Seafood Khas Papua yang Unik

  • 13 Agt 2026 18:15 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID ,Gorontalo -Kekayaan laut Papua tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat, tetapi juga melahirkan beragam kuliner khas berbahan dasar hasil laut. Beragam jenis ikan, udang, hingga kepiting diolah menjadi hidangan dengan cita rasa dan cara penyajian yang unik.

Kekayaan seafood Papua tersebut menjadi bagian penting dari kuliner masyarakat setempat. Beberapa di antaranya bahkan memiliki nama dan karakteristik yang tidak ditemukan di daerah lain.

Berikut sejumlah kuliner seafood khas Papua yang menarik untuk dicicipi.

1. Aunuve Habre

Aunuve Habre merupakan salah satu kuliner khas Papua yang berbahan dasar ikan cakalang atau tongkol. Sekilas, makanan ini mungkin terdengar seperti hidangan dari luar negeri, padahal Aunuve Habre merupakan makanan tradisional Papua.

Cara pembuatannya cukup sederhana. Ikan terlebih dahulu dibumbui menggunakan garam, air, dan asam jawa. Setelah itu, ikan dibungkus dengan daun talas untuk kemudian dikukus hingga matang.

Penggunaan daun talas membuat bumbu meresap ke dalam ikan sekaligus memberikan aroma khas. Aunuve Habre biasanya semakin nikmat ketika disajikan bersama papeda.

2. Ikan Bungkus

Kuliner berikutnya adalah ikan bungkus. Hidangan ini sekilas menyerupai pepes ikan, tetapi memiliki perbedaan pada bahan pembungkusnya. Jika pepes umumnya menggunakan daun pisang, ikan bungkus khas Papua menggunakan daun talas.

Ikan laut menjadi bahan utama makanan ini. Salah satu jenis ikan yang biasa digunakan adalah bandeng karena tekstur dagingnya cukup padat dan tidak mudah hancur ketika dimasak.

Ikan kemudian dicampur dengan daun salam serta berbagai bumbu, seperti cabai, lengkuas, bawang, dan serai. Setelah dibumbui, ikan dibungkus menggunakan daun talas lalu dimasak dengan cara dibakar.

Aroma harum dari daun dan bumbu menjadi salah satu daya tarik ikan bungkus. Wangi khas tersebut bahkan terasa ketika hidangan disantap.

3. Udang Selingkuh

Nama udang selingkuh mungkin terdengar unik. Namun, sebutan tersebut bukan berkaitan dengan kisah rumah tangga, melainkan bentuk fisiknya yang tidak biasa.

Udang yang dikenal sebagai udang selingkuh dapat ditemukan di kawasan Jayawijaya. Udang ini memiliki capit besar menyerupai kepiting sehingga masyarakat setempat kemudian menyebutnya sebagai “udang selingkuh”, seolah-olah merupakan hasil persilangan antara udang dan kepiting.

Bagi masyarakat Jayawijaya, udang selingkuh merupakan salah satu sumber protein sekaligus kuliner yang banyak diminati. Udang ini dapat diolah dengan cara direbus maupun digoreng.

Dagingnya dikenal memiliki cita rasa manis dengan aroma yang cukup kuat. Karena ketersediaannya bergantung pada musim, harga udang selingkuh juga relatif tinggi. Udang selingkuh mentah dapat dijual sekitar Rp300 ribu hingga Rp600 ribu per kantong, bahkan bisa mencapai sekitar Rp1 juta ketika sedang tidak musim.

4. Kepiting Karaka

Selain udang selingkuh, Papua juga memiliki kuliner berbahan dasar kepiting yang dikenal dengan nama kepiting karaka.

Kepiting karaka memiliki ukuran tubuh yang besar dengan cangkang yang keras. Kondisi tersebut membuat diperlukan alat bantu untuk membuka cangkangnya ketika hendak menyantap dagingnya.

Meski cangkangnya keras, daging kepiting karaka dikenal memiliki cita rasa manis dan lezat. Kepiting ini dapat diolah dengan berbagai cara, di antaranya ditumis maupun dibakar.

Kelezatan kepiting karaka tidak hanya dikenal di Papua. Komoditas ini juga menjadi salah satu hasil laut yang memiliki pasar hingga mancanegara dan kerap diekspor oleh nelayan atau pelaku usaha perikanan Papua.

Keberagaman seafood khas Papua menunjukkan bagaimana kekayaan sumber daya laut dapat diolah menjadi kuliner yang memiliki cita rasa sekaligus identitas budaya.

Mulai dari Aunuve Habre yang dibungkus daun talas, ikan bungkus dengan aroma khas, udang selingkuh yang memiliki bentuk unik, hingga kepiting karaka berukuran besar, semuanya menjadi bagian dari kekayaan kuliner Papua yang patut dikenal lebih luas.

Selain menggugah selera, keberadaan kuliner tersebut juga memperlihatkan eratnya hubungan masyarakat Papua dengan kekayaan alam di sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....