Mengenal Pekasam Kuliner Fermentasi Khas Kalimantan Selatan yang Lezat

  • 30 Jul 2026 17:37 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID , Gorontalo- Pekasam merupakan salah satu kuliner tradisional khas Kalimantan Selatan yang wajib dicicipi saat berkunjung ke daerah tersebut. Makanan ini dibuat melalui proses fermentasi ikan air tawar, memanfaatkan melimpahnya hasil perairan sungai yang menjadi ciri khas wilayah Kalimantan.

Kalimantan dikenal memiliki banyak sungai besar yang menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar. Potensi alam inilah yang dimanfaatkan masyarakat setempat untuk menciptakan pekasam, makanan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Pekasam berasal dari masyarakat suku Banjar dan menjadi salah satu identitas kuliner Kalimantan Selatan. Salah satu daerah yang terkenal sebagai sentra produksinya adalah Desa Mahang Sungai Hanyar, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Dari daerah inilah lahir sebutan Pekasam Mahang, yang diambil dari nama desa penghasilnya.

Proses pembuatan pekasam membutuhkan waktu cukup lama karena mengandalkan fermentasi alami. Tahap pertama dimulai dengan membersihkan ikan air tawar, termasuk membuang sisik dan isi perutnya. Setelah bersih, ikan direndam dalam larutan garam selama 48 jam di dalam wadah tertutup agar tidak terkena udara.

Usai proses perendaman, ikan kembali dibersihkan, kemudian dicampur dengan sayur asin sebagai sumber bakteri asam laktat serta nasi atau tape sebagai sumber karbohidrat yang membantu proses fermentasi. Selanjutnya, ikan disimpan kembali dalam wadah tertutup selama sekitar satu minggu hingga proses fermentasi berlangsung sempurna.

Melalui proses tersebut, pekasam menghasilkan cita rasa yang khas, yakni perpaduan gurih, asam, dan sedikit asin. Keunikan rasa inilah yang membuat pekasam tidak hanya menjadi makanan tradisional masyarakat Banjar, tetapi juga menjadi salah satu warisan kuliner Nusantara yang patut dilestarikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....